"Enggak, saya tidak takut. Saya berhati-hati untuk tidak berbuat kesalahan sekecil apapun," ujar Mahfud.
Hal tersebut ia sampaikan saat menjawab pertanyaan seorang peserta kuliah umum yang bertajuk 'Konstitusi dan Demokrasi' di Kampus UIN Syarif Hidayatullah,Ciputat, Tangerang, Selasa (5/4/2011).
Mahfud bahkan mempersilakan stafnya jika diminta seseorang untuk memata-matainya. Mau memasang perekam di ruangannya pun ia persilakan.
"Kalau mau merekam saya, nanti saya pakai bahasa Madura. Paling enggak ada yang tahu," imbuh Mahfud disambut tawa lebar ratusan peserta.
Untuk menghindari fitnah, lanjut Mahfud, ia memang selalu berusaha untuk tidak memakai sesuatu yang bukan haknya. Beberapa waktu lalu ia diundang menghadiri sebuah acara Mahkamah Konstitusi Turki di Turki. Pemerintah pun menyiapkan biaya keberangkatannya bersama istri. Namun ia menolak.
"Istri saya tetap ikut. Tapi tidak dibiayai negara. Saya biayai sendiri. Jangan sampai nanti ada yang omong macam-macam," kata Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara UII Yogyakarta ini.
(adi/anw)











































