Patrialis: Napi di Palu Meninggal Karena Shock, Bukan Dianiaya

Patrialis: Napi di Palu Meninggal Karena Shock, Bukan Dianiaya

- detikNews
Selasa, 05 Apr 2011 17:47 WIB
Patrialis: Napi di Palu Meninggal Karena Shock, Bukan Dianiaya
Jakarta - Menteri Hukum dan HAM (Menkum HAM) Patrialis Akbar menampik kabar jika Harmauji, salah seorang napi di LP Kelas II A Petobo, Palu, meninggal dunia karena dianiaya sipir penjara. Ia menegaskan napi itu meninggal karena shock.

"Napi itu meninggal bukan karena diapa-apakan tapi karena shock," ujar Patrialis kepada wartawan sebelum pembahasan RUU Mata Uang Negara dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (5/4/2011).

Patrialis lalu menceritakan penyebab Harmauji mengalami shock. Hal ini bermula dari razia handphone yang dilakukan oleh sipir penjara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Begini duduk ceritanya, kita sedang giat melakukan razia dan pengetatan di lapas. Termasuk penggunaan handphone karena ada indikasi itu disalahagunakan," kata Patrialis.

Saat dilakukan razia, seorang napi kedapatan membawa handphone. Setelah kedapatan, napi itu ketakutan.

"Rupanya dia ketakutan, sampai shock lalu sakit. Dibawa ke rumah sakit, lalu meninggal," terang Patrialis.

Patrialis mengatakan, kabar meninggalnya napi ini kemudian menyebar ke napi lain. Lalu beredar kabar jika napi ini meninggal karena dianiaya.

"Tapi kemudian berkembang kabar yang tidak benar, yang menyulut amarah napi lain. Nah ini yang perlu diluruskan," jelasnya.

Sekadar diketahui, sejumlah napi mengamuk di Lapas Petobo pada Senin (4/4) sore. Mereka juga membakar sel penjara. Kejadian ini dipicu karena para napi menduga temannya, Harmauji, meninggal karena dianiaya oleh sipir penjara.

(gun/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads