Updated
DPP Golkar Nonaktifkan Anggota yang Tak Dukung Wiranto
Selasa, 08 Jun 2004 00:01 WIB
Jakarta - DPP Golkar menonaktifkan salah seorang anggotanya karena tidak mendukung keputusan DPP yang mencapreskan Wiranto-Salahuddin Wahid (Gus Solah). Anggota DPP yang dinonaktifkan adalah Abu Hasan Sajili. Abu Hasan menjadi tim sukses Hamzah Haz-Agum Gumelar.Demikian disampaikan Ketua Tim Sukses Wiranto-Gus Solah, Slamet Effendi Yusuf saat dihubungi detikcom pertelepon, Senin (7/6/2004)."Pak Abu Hasan Sajili itu memang resmi menjadi tim sukses Hamzah Haz dan Agum Gumelar. Dia beranggapan punya jalinan persahabatan dnegan Agum Gumelar. Dia otomatis non aktif tidak pakai surat-suratan," kata Slamet Effendy.DPP Golkar menonaktifkan Abu Hasan untuk menegaskan capres Golkar hanya satu, Wiranto-Gus Solah. "Tidak ada calon lain. Jadi kalau ada orang Golkar yang mencalonkan pasangan di luar Wiranto itu di luar tanggung jawab Partai Golkar," tandas Slamet. Slamet juga menegaskan, DPP akan melakukan tindakan yang sama terhadap siapa pun yang membelot dari keputusan partai. "Kalau ada orang DPP yang menjadi tim sukses di luar calon partai Golkar kami minta untuk non aktif," kata Effendy. Sebelumnya Ketua Umum Golkar Akbar Tandjung menyatakan telah menegur 2 anggota DPP yang tidak mendukung Wiranto. Saat itu Akbar belum mau menyebutkan nama.Saat ditanya siapa satu orang lainnya yang dinonaktifkan, Slamet mengaku tak tahu. "Saya tahunya hanya Pak Abu Hasan," kata Slamet. Menurut sumber detikcom, pengurus DPP lainnya yang mendukung pasangan capres-cawapres di luar Partai Golkar adalah Andi Lesiangi. Andi disebut-sebut mendukung pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla. Namun, belum diketahui secara pasti apakah Andi juga telah dinonaktifkan.Abu Hasan Sementara, Abu Hasan Sajili membantah dirinya tidak mendukung Wiranto-Salahuddin Wahid (Gus Solah). Dia juga membantah dinonaktifkan. Menurut Abu Hasan dirinya yang meminta non aktif."Saya nggak mendapat teguran DPP Golkar. Saya justru yang menyatakan non aktif sementara selama kampanye," kata Abu saat dihubungi detikcom pertelepon, Senin (7/6/2004). Abu yang menjabat Ketua Departemen Luar Negeri DPP Golkar itu mengakui memang menjadi tim sukses Hamzah Haz-Agum Gumelar. Tapi tindakan itu dilakukan bukan karena tak mendukung Wiranto. Abu bersedia menjadi tim sukses capres di luar Golkar karena alasan perkawanan. "Bukan karena tidak mendukung Pak Wiranto. Hanya saya sekarang membantu Pak Agum Gumelar karena beliau kawan lama saya termasuk istrinya adalah kawan sekolah saya," katanya. Abu menegaskan sebagai pengurus Golkar ia tetap mendukung keputusan mencapreskan Wiranto. Justru karena mendukung itulah dia lantas non aktif dari Golkar."Saya telah berbicara dengan Sekjen termasuk dengan Ketua Umum tanggal 11 Mei kemarin. Saya meminta non aktif sementara selama kampanye. Dan telah disepakati," jelasnya. Lebih jauh Abu mengingatkan, Pemilu Presiden bukan pemilihan untuk memenangkan parpol sehingga tak bisa dipaksakan harus sesuai keputusan parpol."Pemilu presiden itukan pemilihan pribadi. Jadi tidak bisa sesuai partai. Sebagai pengurus saya dukung keputusan DPP. Tapi sebagai pribadi, kawan meminta bantuan ya saya bantu," demikian Abu Hasan.
(rif/)











































