"Saya berharap kepada kader agar sekali berpartai setelah itu mati," kata Taufik seperti menirukan salah satu bunyi sajak penyair Chairil Anwar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/4/2011).
Meski demikian, kata Taufik, sebagai partai terbuka, PAN tidak pernah memaksakan kadernya untuk terus berada di dalam partai. Kalaupun seorang kader seperti seperti Dede Yusuf memilih pindah partai, katanya, biarkanlah rakyat menilai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menambahkan, hanya waktu yang bisa membuktikan kemurnian seorang kader dalam berpolitik demi kepentingan rakyat banyak.
"Berapa kemurnian kader militan untuk bisa menyentuh kader 24 karat itu waktu yang menentukan," kata Taufik.
(lrn/anw)











































