Aksi Demo Mengecam Pembakaran Alquran Terus Berlanjut di Afghanistan

Aksi Demo Mengecam Pembakaran Alquran Terus Berlanjut di Afghanistan

- detikNews
Selasa, 05 Apr 2011 16:11 WIB
Aksi Demo Mengecam Pembakaran Alquran Terus Berlanjut di Afghanistan
Kabul - Aksi protes mengecam pembakaran Alquran di Amerika Serikat terus berlanjut di Afghanistan. Sekitar 250 pemuda dan pemudi Afghan berkumpul di Universitas Kabul hari ini. Dalam aksi demo yang telah memasuki hari kelima ini, mereka kembali meneriakkan "Mati Amerika!"

Selama aksi demo, para demonstran yang termasuk mahasiswa universitas tersebut dan orang-orang dari luar kampus, menginap di kampus Universitas Kabul.

Sebelumnya ribuan orang telah turun ke jalan-jalan di sejumlah daerah di Afghanistan untuk memprotes pembakaran kitab suci umat Islam di sebuah gereja di Florida bulan lalu. Banyak korban telah tewas selama aksi-aksi demo tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada 2 dan 3 April lalu di Kota Kandahar, 12 orang tewas ketika aksi demo berubah menjadi kerusuhan. Saat itu para demonstran yang membawa bendera Taliban, menyerang polisi, membakar mobil-mobil dan menghancurkan sejumlah toko.

Sebelumnya, tujuh staf asing PBB dan lima demonstran Afghan tewas setelah para demonstran menyerbu kantor PBB di Kota Mazar-i-Sharif.

Menanggapi maraknya aksi demo yang diwarnai kekerasan tersebut, para ulama di Provinsi Kunar, Afghanistan timur, aktif berupaya mencegah aksi demonstrasi di wilayah mereka.

"Ulama sedang dalam pembicaraan untuk mencegah aksi protes terhadap pembakaran Alquran karena cuma warga Afghan yang mengalami kehilangan nyawa dan kerusakan pada properti mereka, bukan orang yang membakar Alquran suci," cetus Shahzada Shahid, kepala dewan ulama di Kunar seperti diberitakan Reuters, Selasa (5/4/2011).

"Terry Jones akan senang melihat muslim membunuh muslim dan pertumpahan darah, dia sendiri tak akan terluka," tandasnya.

Pembakaran Alquran di sebuah gereja di Florida pada 20 Maret lalu berlangsung dengan sepengetahuan pendeta Terry Jones. Pendeta radikal itu mengawasi jalannya pembakaran Alquran di depan 50 orang yang hadir di gereja tersebut.

Jones menuai banyak kecaman pada tahun lalu atas rencananya untuk membakar Alquran dalam peringatan serangan teroris 11 September. Setelah mendapat tekanan dari berbagai pihak termasuk Gedung Putih, Jones membatalkan rencananya tersebut.


(ita/nrl)


Berita Terkait