"Kalau ada yang ngomong kayak gitu, silakan saja periksa saya. Saya tantang dia biar tahu kalau saya laki-laki normal, tulen. Kalau misalkan tahu dia cowok dari awal ya nggak kayak gini. Saya 100 persen laki-laki, saya normal," papar Umar dengan nada agak tinggi kepada detikcom, Selasa (5/4/2011).
Umar yang mengenakan kaos bergaris dan celana jins ini ditemui di rumah orangtuanya, di Kampung Bojong Sari RT 1 RW 2, Kelurahan Jatisari, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi, Jawa Barat. Ia juga mengajak detikcom bermain catur dan minum kopi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak percaya tanya tetangga saya. Saya pernah pacaran sama anak Bantar Gebang, lumayan lama kira-kira 3 bulan. Ada juga yang di Bogor, jalannya 1 tahun. Tuh tanya teman saya saja," ujar Umar sambil menunjuk seorang pria yang sedang memperbaiki motornya.
Umar kini hanya menerima nasibnya. "Kalau sudah ketipu mau bagaimana lagi. Jangankan saya, warga saja ketipu. Dari cara dia ngomong, itu persis kayak cewek. Ya pokoknya kayak ceweklah," kata Umar sambil menyeruput kopi.
Umar dan Icha menikah sepekan sesudah Lebaran tahun 2010 lalu. Keduanya hidup serumah dengan orang tua Umar di Jatiasih, Bekasi. Setelah enam bulan berlalu, baru ketahuan Icha ternyata seorang laki-laki yang bernama asli Rahmat Sulityo.
Karena dianggap menipu, warga akhirnya melaporkan istri Umar ke Polsek Jatiasih. Sang istri yang dikenalnya melalui jejaring sosial Facebook itu kini ditahan dengan ancaman tujuh tahun penjara.
(aan/nvt)











































