Namun di periode 2009-2014 ini, rencana pembangunan gedung yang menelan biaya hingga Rp 1,138 triliun ini mendapat penolakan dari anggota DPR. Wacana untuk menghadirkan Mantan Ketua DPR, Agung Laksono pun muncul. Meski demikian, Partai Golkar menolak bila Menkokesra tersebut harus dihadirkan ke DPR.
"Saya kira Pak Agung Laksono tidak perlu diewer-ewer. Tidak perlu dihadirkan, kalaupun perlu cukup pertemuan informal saja," ujar Ketua DPP Golkar Priyo Budi Santoso di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut saya kalau ada perbedaan dan silang pendapat cukup dengan klarifikasi saja. Ini kan sudah diputuskan dalam BURT dan paripurna," terangnya.
Saat rencana pembangunan gedung DPR diputuskan periode lalu, Priyo menjabat sebagai ketua Fraksi Golkar. Namun Priyo mengaku tidak mendalami hal tersebut.
"Dulu waktu pembahasan itu saya wakilkan. Jadi saya tidak begitu dalam menguasai rencana pembangunan gedung," imbuhnya.
Senin (4/4) kemarin, anggota DPR ramai-ramai menolak gedung baru DPR. Petisi ini didorong fraksi penolak gedung baru DPR seperti PAN, PDIP, Gerindra, dan PKB. Seorang anggota DPR dari PD yakni Roy Suryo ikut serta dalam petisi ini. Padahal, PD tidak keberatan dengan kelanjutan gedung baru DPR.
(her/ndr)










































