Priyo Sayangkan Anggota DPR yang Tolak Gedung Baru DPR

Priyo Sayangkan Anggota DPR yang Tolak Gedung Baru DPR

- detikNews
Selasa, 05 Apr 2011 15:03 WIB
Jakarta - Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso menyayangkan sikap anggota DPR yang menolak rencana pembangunan gedung DPR. Menurut Priyo, rencana itu adalah hasil keputusan rapat paripurna DPR yang telah disetujui bersama.

"Itu kan sudah diputuskan lewat mekanisme yang sah yaitu di rapat paripurna di mana sebelum paripurna sudah dibahas di Badan Urusan Rumah Tangga (BURT). Di situ ada perwakilan semua fraksi, kenapa baru sekarang ditolak?" ujar Priyo kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (5/4/2011).

Menurut politisi Golkar itu, rapat koordinasi antara pimpinan DPR dengan fraksi-fraksi yang dilakukan hari ini pukul 15.00 WIB tidak akan mengubah pembangunan gedung DPR. Karena rapat koordinasi tidak bisa mengubah hasil keputusan rapat paripurna.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin hasilnya rapat koordinasi nanti hanya untuk memberi solusi yang bisa diterima semua pihak. Kita berikan solusi-solusi dan pikiran jernih," kata Priyo.

Priyo menambahkan, seharusnya anggota dari perwakilan fraksi-fraksi yang duduk di BURT memberikan pengertian kepada anggotanya terkait dengan pembangunan gedung baru. Karena di tingkat BURT, pembangunan gedung baru ini tidak mengalami kendala.

"Saya juga tidak mengerti kenapa setelah disahkan ada polemik. Seharusnya kalau mau ditolak dari awal. Kalau sudah diparipurnakan itu kan artinya disetujui semuanya," tutur dia.

Terkait adanya pihak-pihak yang mengadukan proses pembangunan gedung baru ke pengadilan, Priyo menyayangkan hal tersebut, Menurut Priyo, gugatan tersebut salah alamat.

"Saya sayangkan itu dan itu menurut saya salah alamat. Karena masing-masing fraksi di sini punya kewenangan penuh kok. Kenapa mesti ke pengadilan. Itu bisa dibahas di dalam DPR," kata Priyo.
Seperti diketahui, sejumlah politikus muda dari sejumlah fraksi kemarin membuat petisi penolakan rencana pembangunan gedung baru DPR. Mereka antara lain Roy Suryo, Teguh Juwarno (FPAN), Edi Prabowo (F-Gerindra), Abdul Malik Haramain (FPKB) dan Budiman Sudjatmiko (FPDIP).
(nik/nrl)


Berita Terkait