Hamzah: Soal Fatwa Jangan Sampai Pecah Belah Umat

Hamzah: Soal Fatwa Jangan Sampai Pecah Belah Umat

- detikNews
Senin, 07 Jun 2004 23:14 WIB
Yogyakarta - Capres Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Hamzah Haz mengingatkan agar keluarnya fatwa haram memilih pemimpin perempuan tidak sampai menimbulkan konflik di antara warga nahdliyin. Apalagi, sampai memecah belah umat Islam. "Keluarnya fatwa tersebut hendaknya tidak perlu hingga mengakibatkan timbulnya konflik, khususnya di antara warga nahdliyin atau menimbulkan perpecahan," ujar Hamzah kepada wartawan di Ponpes Darul Falah, Desa Tegal Randu, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Senin (7/6/2004). Menurut Hamzah, para ulama mengeluarkan fatwa itu berdasarkan ilmu yang diyakininya. Mereka, lanjut dia, memiliki kewajiban dan tanggung jawab terhadap sesuatu yang diyakini, termasuk menyangkut kepemimpinan perempuan dalam Islam. "Apapun nanti dipilih oleh umat dan rakyat akan diakui juga. Jadi tidak perlu ada konflik. Setelah para ulama menyampaikan fatwa itu, tugas dan tanggung jawab mereka sudah selesai," katanya.Dikatakan Hamzah, fatwa itu tidak perlu diperdebatkan. Dia mengajak umat untuk menghormati para ulama. "Kita hormati ulama, agar kita yang tidak tahu menjadi tahu dan selanjutnya kita serahkan pada masing-masing," tuturnya.Sementara saat berkampanye di hadapan pendukungnya, Hamzah membantah bahwa TNI tidak senang dengan partainya. Dia menambahkan sejumlah jenderal purnawirawan TNI justru memberikan dukungan kepada partai berlambang Ka'bah itu diantaranya Agum Gumelar, Tyasno Sudarto, Yunus Yosfiah dan Andi M Ghalib. "Kita banyak didukung dan anda ketahui Pak Agum Gumelar saat ini menjadi cawapres dari PPP. Biasanya para jenderal diatas, sekarang jenderal di bawah dan sipilnya yang diatas. Kita capresnya sedangkan jenderalnya wapres," jelas Hamzah. (rif/)


Berita Terkait