"Begini saya bisa memahami itu (pemanggilan Cirus). Karena kalau Bibit-Chandra itu untuk dengar pendapat dalam rangka kebijakan. Tapi kalau dengan Cirus kan untuk mencari fakta tentang adanya mafia. Sehingga saya bisa memahami," jelas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD ketika ditanya apakah DPR konsisten dengan menerima Cirus dan menolak Bibit-Chandra.
Hal itu disampaikan Mahfud usai kuliah umum bertajuk 'Konstitusi dan Demokrasi' di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta, Ciputat, Selasa (5/4/2011).
Mahfud bisa memahami pemanggilan DPR pada Cirus, karena Cirus dinilai terlibat dalam menangani kasus mafia pajak Gayus Tambunan. Sehingga pemanggilan Cirus untuk mencari fakta tentang adanya mafia, berbeda dengan pemanggilan pimpinan KPK yang bertujuan dengar pendapat tentang kebijakan yang dikeluarkan KPK. Pertanyaan DPR pun dinilai Mahfud obyektif dan tajam.
"Memang DPR menjadi tidak konsisten jika dibandingkan dengan pemanggilan Bibit-Chandra. Tapi pemanggilan Cirus sendiri juga bagus. Pertanyaannya tajam-tajam. Itu untuk membuktikan terbukanya kasus mafia pajak, jadi nggak apa-apa," jelas Mahfud.
(nwk/asy)











































