Pasangan suami istri ini tinggal di Kelurahan Ujungbatu, Kecamatan Ujungbatu, Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Fahrudin berprofesi sebagai pemain organ tunggal. sedangkan Agustini berprofesi sebagai biduan. Pasangan suami istri ini sangat dikenal di perkampungan itu sebagai pemain dan penyanyi organ yang paling banyak diundang warga yang mengadakan hajatan.
"Suaminya tega membunuh istrinya hanya karena faktor cemburu yang menduga istrinya berselingkuh dengan pria lain namun tidak diketahui identitasnya. Rasa cemburu ini yang membuat tersangka nekat menyiramkan besin lantas menyulut api dengan mancis," ujar Kasat Reskrim Polres Rokan Hulu AKP Antoni Lumban Gaol kepada wartawan, Selasa (05/04/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembunuhan ini terjadi pada Senin (4/4) kemarin di Ujungbatu yang jaraknya sekitar 200 km arah utara dari Pekanbaru. Usai membakar istrinya, Fahrudin sempat melarikan diri.
"Pelaku sempat melarikan diri. Namun saat itu juga kita menutup seluruh akses jalan keluar untuk mencegah pelaku kabur. Karena seluruh jalan sudah terkepung, akhirnya pelaku menyerahkan diri ke Polsek Kota Ujungbatu," tutur Antoni.
Sementara itu di tempat berbeda, Siti, sahabat Agustini yang juga berprofesi sebagai biduan, menyebut bahwa pada Minggu (3/4) lalu Agustini manggung di Desa Langgak Tandun.
Kelompok organ tunggal ini sekitar pukul 23.30 WIB sudah selesai manggung. Namun malam itu, Agustini tidak ikut pulang bersama rombongan organ tunggalnya. Tidak jelas kapan Agustini pulang ke rumahnya.
"Namun Senin (4/4) pagi kita sempat melihat Agustini mengantarkan anaknya ke sekolah,β kata Siti.
(cha/nik)











































