Kampanye Hasyim Dihadiri 300 Orang, Anak-anak Dikerahkan

Kampanye Hasyim Dihadiri 300 Orang, Anak-anak Dikerahkan

- detikNews
Senin, 07 Jun 2004 17:36 WIB
Pekanbaru - Untuk pertama kalinya kampanye dialogis Pilpres berlangsung di Pekanbaru dengan menghadirkan cawapres Hasyim Muzadi. Seperti di Padang, kampanye Hasyim hanya dihadiri 300-an simpatisan saja.Kampanye Hasyim berlangsung di Hotel Sahid, Pekanbaru, Senin (7/06/2003). Ruangan Ball Room Hotel Sahid yang telah disiapan untuk 1.000 simpatisan dan pendukung Hasyim ternyata meleset dari perhitungan. Kampanye dialogis itu hanya dihadiri sekitar 300 orang, itu pun setelah ada pengerahan anak-anak dari panti asuhan yang ada di Pekanbaru.Hasyim tiba di Pekanbaru telat dari jadwal yang telah ditetapkan pihak KPUD dan Panwaslu Riau. Seyogianya, Hasyim menyampaikan orasi politiknya pada pukul 14.00 WIB. Karena keterlambatan yang sebelumnya berkampange di Padang, Hasyim baru tiba di Pekanbaru sekitar 15.30 WIB. Orasi kampanye Hasyim akhirnya hanya berlangsung sekitar 20 menit sesuai ketentuan jam kampanye yang telah ditentikan.Dalam orisnya di depan ratusan simpatisan dan pendukungnya itu, Hasyim hanya minta doa restu dari kalangan masyarakat Riau agar Megawati dan dirinya bisa menjadi tampuk pimpinan. "Dalam waktu yang singkat ini, saya cuma minta doa restu kepada masyarakat Riau, agar kiranya saya dan Ibu Mega bisa menjadi presiden dan wakil presiden," kata Hasyim.Hasyim berjanji, bila dirinya terpilih dalam Pemilu kali ini, pemerintahan yang dia pegang bersama Mega akan memberantas KKN. Sebab, katanya, rusaknya sebuah bangsa berawal dari rusaknya pimpinan itu sendiri."Bila pemimpin lebih dulu memikirkan dirinya, ketimbang rakyatnya, pastilah negara kita akan hancur. Tapi apabila pemimpin bisa memikirkan rakyatnya terlebih dahulu, barulah rakyat akan makmur. Karena mantapkan hati, untuk memilih pasangan Mega-Hasyim," kampanye Hasyim.Salah TeknisPanitia Pelaksana Kampanye, Suradi Paijan, kepada detikcom mengatakan, sedikitnya massa kampanye itu karena terjadi kesalahan teknis dalam pengumpulan massa. Sebab, katanya, dia selaku panitia baru mengetahui kedatangan Hasyim pada hari Sabtu lalu (5/6) dari pihak PBNU Riau."Kedatangan Pak Hasyim ini sangat mendadak, dan kurang koordinasi dengan kita. Kami baru mengetahui pada Sabtu lalu dari PBNU Riau. Lagi pula PBNU berjanji akan mendatangkan massanya, jadi kami dari PDIP tidak mungkin lagi menghadirkan massa kami.""Sebab kalau kami hadirkan, tentulah ruangan tidak cukup. Sayangnya massa NU sendiri tidak ada," kata Suradi yang juga anggota DPRD Riau dari Fraksi PDIP. (nrl/)


Berita Terkait