"Permasalahannya terjadi seminggu yang lalu, ada calon penumpang dari keluarga FBR yang dimintai harga bus yang tidak wajar," ujar Kapolsek Pulogadung, Kompol Dani Hamdani di Terminal Pulogadung, Jakarta Timur, Senin (4/4/2011) malam.
Dari pemeriksaan saksi, lanjut Dani, beberapa orang dari pihak FBR mendatangi pengurus PO Bus Pulogadung. FBR datang dengan niat untuk menyelesaikan masalah tiket yang dikeluhkan oleh keluarga dari pihak anggota FBR tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Dani, polisi saat ini telah menahan 8 orang yang saat ini masih berstatus saksi untuk dimintai keterangan. Untuk mengantisipasi terjadinya aksi tawuran lagi, polisi juga menempatkan 30 Samapta dari Polsek Pulogadung dan satu kompi Samapta dari Polres Jakarta Timur.
"Sampai saat ini juga belum ada laporan tentang adanya korban," jelasnya.
Berdasarkan pantuan detikcom, puluhan orang dari pihak FBR masih berjaga-jaga di dalam area stasiun Pulogadung. Massa FBR terlihat membawa pentungan yang terbuat dari kayu dan bambu. Di beberapa bagian stasiun masih terlihat pecahan botol minuman yang berserakan. Bus serta penumpang tidak terlihat di dalam terminal ini.
(fiq/mok)










































