"Mereka mengatakan kongres PSSI batal dikarenakan KSAD. Padahal kalau bicara keamanan harusnya bertanya kepada polisi bukan penyelenggara. Ini permainan yang sangat cerdas dengan pihak ketiganya PSSI juga," tutur KSAD, George Toisutta, dalam raker Komisi I DPR, di Gedung DPR, Senaan, Jakarta, Senin (4/4/2011).
Menurut George, pengurus PSSI tahu cara memainkan isu kongres PSSI di Pekanbaru.
"Mereka pandai memainkan emosi. Mereka tetapkan batas registrasi pukul 20.00 WIB namun setelah itu diundur besok ini membuat emosi. Undangan juga berubah-ubah, ini memancing emosi. Tukang foto ID Card juga datang pergi sehingga ID Card tidak jelas, ini memancing emosi," keluhnya.
Peristiwa pasukan TNI yang ikut mengibarkan bendera demonstran juga dianggap bagian dari strategi PSSI. Karena pasukan TNI memiliki nasionalisme tinggi.
"Itu kelemahan dari kami. Kelemahan virtual yang mungkin disetting massa," ujar George sambil tersenyum.
Namun demikian, ia tetap melakukan evaluasi. Namun tidak ditemukan kesalahan.
"Kami sudah membentuk tim untuk mengecek ada pelanggaran. Untuk kasus Pekanbaru tidak ada pelanggaran," tutur George.
Ia lalu mengungkap sejarah majunya dirinya menjadi Ketua PSSI. Menurutnya ia merasa didukung untuk perbaikan PSSI. Hal tersebut semata-mata untuk perbaikan PSSI.
"Mereka bilang yang teraniaya tapi yang paling teraniaya saya. Saya tidak pernah bicara ABCD tapi saya dituduh melakukan ABCD," tutupnya.
(van/gun)











































