Informasi yang diperoleh detikcom, lokasi tambang emas berada di wilayah terpencil di Kecamatan Tabang. Butuh waktu berhari-hari dari ibukota Kabupaten Kutai Kartanegara, Tenggarong, untuk menuju lokasi. Akibatnya, tewasnya 10 penambang yang terjadi dua pekan lalu ini, baru diketahui Sabtu (2/4) lalu.
Kapolres Kutai Kartanegara AKBP Fajar Abdillah ketika dikonfirmasi mengatakan masih mengumpulkan informasi akurat terkait penyebab meninggalnya 10 penambang emas tersebut. "Belum ada informasi yang saya berikan. Saya masih mengumpulkan data-data," kata Fajar ketika dihubungi detikcom, Senin (4/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih menugaskan anggota. Tim Polres hari ini berangkat ke lokasi tambang untuk melakukan penyelidikan," kata Wisnu saat dihubungi detikcom.
Menurut Wisnu, dugaan keracunan merkuri di air Sungai Kiau yang dikonsumsi para penambang ini, belum bisa dikonfirmasi. Polisi masih mengumpulkan informasi
"Belum bisa dipastikan. Meninggal karena merkuri atau karena sakit. Informasi valid masih dikumpulkan anggota Polri ke lokasi," ujar Wisnu.
(fay/fay)










































