Wiranto: Bukan Saya yang Menciptakan Pamswakarsa
Senin, 07 Jun 2004 17:14 WIB
Denpasar - Mantan Menhankam/Pangab Jenderal Purn Wiranto mengaku tidak menciptakan Pamswakarsa pada tahun 1998 seperti dikatakan mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen Purn Kivlan Zein. Jadi siapa yang bikin?"Pamswakarsa saya tahu. Tapi bukan saya yang meng-create. (Pamswakarsa) justru mengamankan agar kedua kekuatan yang mendukung dan yang menolak Sidang Istimewa tidak berbenturan."Demikian kata Wiranto usai berkampanye sebagai capres Partai Golkar dengan bertemu siswa SD berprestasi se-Bali di Hotel Inna Bali jalan Veteran Denpasar, Senin (7/6/2004).Kivlan menyebut pembentukan Pamswakarsa atas perintah Wiranto. Pengerahan Pamswakarsa menghabiskan dana Rp 7-8 miliar, tapi baru dibayar Rp 1,25 miliar. Kivlan kecewa utang Rp 5,7 miliar tak kunjung dibayar. Kivlan menghubungi Habibie, tapi Habibie bilang dana itu sudah diserahkan ke Wiranto. Ketika ditanyakan ke Wiranto oleh Kivlan, Wiranto mengaku belum menerima dana dari Habibie.Koordinator Bidang Perencanaan, Konsepsi dan Evaluasi Tim Kampanye Wiranto, Letjen (Purn) Suaidi Marasabessy membantah hal itu. Tim Sukses Wiranto pun berencana melaporkan Kivlan ke polisi. Tak mau kalah, Kivlan juga merencanakan hal yang sama.Tim kuasa hukum Wiranto pun dipersiapkan dan akan melaporkan Kivaln Senin 7 Juni 2004. Namun ditunda karena tim kuasa hukum menunggu petunjuk Wiranto Apa tanggapan Wiranto? Berikut wawancaranya:Gugatan kepada Kivlan dibatalkan?Tidak ada. Bukan pembatalan. Yang menggugat siapa, yang membatalkan siapa? Itu kan katanya. Anda sendiri yang bilang.Kok batal?Bukan soal batal. Nggak ada yang merencanakan itu. Bukan soal batal tidak batal, memang kita belum ada usaha ke sana.Anda tidak berani menggugat Kivlan?Bukan soal berani nggak berani. Isu seperti ini nggak usah dilayani semuanya. Tentu tidak bagus. Sementara saya keliling pergi ke daerah seperti ini. Untuk apa saya terus melayani isu yang terus saja bergulir. Apalagi mendekati masa pemilihan.Soal Pamswakarsa?Pamswakarsa saya tahu. Tapi bukan saya yang meng-create. Justru mengamankan agar kedua kekuatan itu yang mendukung dan yang menolak Sidang Istimewa tidak berbenturan.Ada radiogram saya. Ada saksinya. Pak Tarto sebagai Askop, Pak Nugraha Djajoesman sebagai Kapolri, Kasum ABRI Fahrul Razy, semuanya sebagai saksi tidak masalah.Pamswakarsa tidak tepat dalam konteks pengamanan Sidang Istimewa. Pamswakarsa itu tepatnya dalam kajian dari sistem pertahanan rakyat semesta. Itu di-create di wilayah pemukiman, industri, pendidikan.Itu terjadi dengan sendirinya kekuatan atau semangat untuk mendukung dan menentang Sidang istimewa. Justru saya sendiri mengambil kebijakan, jangan sampai ini tubrukan di jalan. angan sampai berkelahi, jangan sampai ada korban. Ada radiogram saya kepada staf-staf saya.Lalu pernyataan Kivlan?Kalau sekarang ada tuduhan macam-macam, ya biar saja. Kenapa sih saya mesti layani.
(sss/)











































