20 Hari Dibajak, ABK Mulai Kehabisan Bahan Makanan

Kapal Sinar Kudus Dibajak Perompak Somalia

20 Hari Dibajak, ABK Mulai Kehabisan Bahan Makanan

- detikNews
Senin, 04 Apr 2011 15:14 WIB
Kediri - Pembajakan kapal Sinar Kudus oleh perompak Somalia memasuki hari ke-20. Hingga saat ini upaya pembebasan belum membuahkan hasil. Keluarga ABK terus diliputi kecemasan, terlebih setelah persediaan bahan makanan terus menipis.

Yunita (35), istri dari Mas Bukhin (37), mualim II kapal Sinar Kudus yang telah mengalami pembajakan sejak tanggal 16 Maret lalu mengatakan, stok bahan makanan terus menipis karena ABK tidak diizinkan turun dari kapal untuk berbelanja. Sementara kebutuhan makan terus berjalan di tengah proses negosiasi pembebasan yang tengah berjalan.

"Sabtu (2/4) kemarin, bapaknya anak-anak terakhir telepon saya. Seperti biasa singkat, hanya mengabarkan kondisinya baik. Tapi bahan makanan katanya sudah hampir habis," ungkap Yunita kepada detikcom melalui sambungan telepon, Senin (4/4/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian ibu dari Maya Atria dan Satria Luhuring Pambudi tersebut mengaku sedikit lega, setelah perwakilan PT Samudera Indonesia sebagai pemilik kapal sudah bisa memberikan suplai bahan makanan. Namun jumlah yang diberikan sangat terbatas, karena dititipkan kepada perompak di sela proses negosiasi pembebasan.

"Kemarin ada perwakilan perusahaan datang ke rumah, intinya minta keluarga ABK tenang. Mereka juga bilang bisa suplai bahan makanan, tapi sedikit. Biasanya pas negosiasi kan perompaknya yang turun, nah di situ dititipkan bahan makanan," jelas Yunita.

Yunita juga kembali menegaskan harapannya agar pemerintah turun tangan, membantu upaya pembebasan kapal Sinar Kudus dari tangan pembajak. Disinggung mengenai laporan ke Kapolri yang disampaikan melalui kotak aduan online, hingga saat ini belum ada tanggapan.

"Sekarang bisanya hanya berdoa, berdoa dan berdoa, semoga bapaknya anak-anak bisa pulang dengan selamat," ujar Yunita.

Seperti diinformasikan sebelumnya, Kapal Sinar Kudus dibajak oleh perompak Somalia di perairan Laut Arab, saat melakukan perjalanan dari Pomalaa, Sulawesi Selatan menuju ke Roterdam, Belanda, tangga 16 Maret 2011 lalu. Kapal yang diawaki oleh 31 ABK, 20 orang diantaranya Warga Negara Indonesia (WNI) tersebut bermuatan biji nikel dan seharusnya sudah sampai 34 hari setelah keberangkatan. Dari nilai tebusan awal yang diminta sebesar 2,3 juta US Dollar, dalam perkembangannya perompak menaikkan nilai tebusan menjadi 2,4 juta US Dollar atau Rp 24 miliar.

Usaha pembebasan sendiri hingga saat ini belum membuahkan hasil, sementara keluarga ABK mengaku sangat cemas. Mereka berharap pemerintah RI bisa turun tangan membantu pembebasan, dan sudah melaporkan kejadian tersebut melalui kotak aduan online Mabes Polri.

(nvc/nvc)


Berita Terkait