"Itu karena terbuka, saya rasa tidak perlu pengawasan khusus yah. Kami hanya mengawasi yang digunakan untuk kepentingan teror dan ancaman," kata Kepala BIN Sutanto di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (4/4/2011).
Tindakan pengawasan pun dilakukan sebagai langkah preventif untuk keamanan negara. Bukan dalam ranah mengganggu kepentingan warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengawasan di ranah twitter dan facebook mengundang pro dan kontra. Salah satu yang menolak datang dari PDIP. Sikap BIN yang ingin memantau akun Twitter dan Facebook dinilai terlalu jauh. Sebab, sampai saat ini intelijen saja belum mampu mengungkap siapa di balik teror bom buku yang telah meresahkan masyarakat.
"Mengungkap jaringan teror bom saja nggak mampu kok sampai ngurusin twitter dan facebook, terlalu jauh," kecam Ketua FPDIP DPR, Tjahjo Kumolo, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/3).
(ndr/nrl)











































