Dinilai Riba, Bank Konvensional Jadi Sasaran Fa'i

Dinilai Riba, Bank Konvensional Jadi Sasaran Fa'i

- detikNews
Senin, 04 Apr 2011 14:29 WIB
Jakarta - Perampok Bank CIMB Medan, Beben Chorul, mengungkap alasan dirinya mengikuti aksi perampokan bank tersebut. Menurutnya, bank konvensional seperti Bank CIMB mempraktikkan riba sehingga bertentangan dengan ajaran Islam.

"Ya karena mempraktikkan riba. Bank-bank konvensional kan mempraktikkan riba," ujar Beben saat menjawab pertanyaan jaksa mengenai alasan dijadikannya Bank CIMB Medan sebagai target perampokan.

Karena mempraktikkan riba itulah, menurut Beben, maka bank konvensional bisa dianggap sebagai musuh Islam dan bisa dijadikan sasaran fa'i. Fa'i, lanjut Beben, adalah pengambilan harta dari musuh untuk kepentingan umat Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal tersebut diungkap Beben saat menjadi saksi untuk terdakwa Abu Bakar Ba'asyir dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Jakarta Selatan, Senin (04/4/2011).

Baaysir diduga mengetahui dan mensponsori pelatihan militer di Aceh. Dalam aksi perampokan Bank CIMB tersebut, Beben mengaku diberi tugas untuk melakukan pengamanan lokasi. Dengan berpistol tipe FN, ia naik ke lantai tiga gedung CIMB Medan dan meminta para pegawai untuk turun ke lantai satu.

"Saya dikasih Rp 10 juta, tapi jumlah total hasil (perampokan-red) saya tidak tahu," kata Beben ketika ditanya hasil perampokan.

Mengenai sisa hasil rampokan, Beben juga mengaku tidak tahu digunakan untuk apa. Jaksa pun mencoba mengaitkan perampokan ini dengan Abu Bakar Ba'asyir. Jaksa menanyakan apakah Beben sebagai saksi pernah mengikuti, mendengar atau membaca tausyiah Abu Bakar Ba'asyir yang menganjurkan untuk melakukan fa'i.

"Saya hanya mendengar ceramah Ustadz sangat umum, mengajak umat Islam untuk berakidah secara lurus," ucap Beben singkat.

(adi/vit)


Berita Terkait