"Ya karena mempraktikkan riba. Bank-bank konvensional kan mempraktikkan riba," ujar Beben saat menjawab pertanyaan jaksa mengenai alasan dijadikannya Bank CIMB Medan sebagai target perampokan.
Karena mempraktikkan riba itulah, menurut Beben, maka bank konvensional bisa dianggap sebagai musuh Islam dan bisa dijadikan sasaran fa'i. Fa'i, lanjut Beben, adalah pengambilan harta dari musuh untuk kepentingan umat Islam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baaysir diduga mengetahui dan mensponsori pelatihan militer di Aceh. Dalam aksi perampokan Bank CIMB tersebut, Beben mengaku diberi tugas untuk melakukan pengamanan lokasi. Dengan berpistol tipe FN, ia naik ke lantai tiga gedung CIMB Medan dan meminta para pegawai untuk turun ke lantai satu.
"Saya dikasih Rp 10 juta, tapi jumlah total hasil (perampokan-red) saya tidak tahu," kata Beben ketika ditanya hasil perampokan.
Mengenai sisa hasil rampokan, Beben juga mengaku tidak tahu digunakan untuk apa. Jaksa pun mencoba mengaitkan perampokan ini dengan Abu Bakar Ba'asyir. Jaksa menanyakan apakah Beben sebagai saksi pernah mengikuti, mendengar atau membaca tausyiah Abu Bakar Ba'asyir yang menganjurkan untuk melakukan fa'i.
"Saya hanya mendengar ceramah Ustadz sangat umum, mengajak umat Islam untuk berakidah secara lurus," ucap Beben singkat.
(adi/vit)










































