“Saya belum tahu, belum membaca,” kata Juru Bicara Kepresidenan Bidang Dalam Negeri Julian Aldrin Pasha di kompleks Istana Kepresidenan, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (4/4/2011).
Saat ditanya apakah Istana mengirimkan karangan bunga itu, Julian langsung membantahnya. “Tidak,” jawabnya singkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Susilo Bambang Yudhoyono kan banyak nama ya. Jadi jangan disimpulkan dulu itu nama Presiden. Dia mengaku supaya keren saja, lebih dipercaya," kata Kapolsek Jatiasih AKP Darmawan Karosekali saat dihubungi wartawan.
Karangan bunga yang bertuliskan Selamat Berbahagia dari Susilo Bambang Yudhoyono, PT Sriwijaya Airlines, menjadi saksi pernikahan Icha dan Umar. Karena spesial, karangan itu diabadikan dalam foto, selain upacara pernikahan mereka.
Kala itu Icha membawa dua orang yang diakui sebagai kedua orang tuanya. Namun belakangan diketahui, keduanya hanya orang suruhan Icha yang dibayar Rp 200 ribu.
Icha memiliki tubuh tegap, jauh lebih bongsor dibanding perawakan Umar. Mungkin karena "kalah body" itu jugalah disebut-sebut Umar takut pada Icha.
Saat ini Icha telah meringkuk di tahanan setelah ketahuan mengaku menjadi perempuan dengan ancaman tujuh tahun penjara.
Icha telah memalsukan KTP dan Kartu Keluarga untuk menikah dengan Umar, seorang pekerja pabrik yang tinggal di Jatiasih, Bekasi. Umar dan 'Icha' Rahmat menikah resmi di KUA. Umar baru menyadari istrinya ternyata laki-laki setelah pernikahan keduanya berjalan enam bulan. Umar yang merasa tertipu lalu melaporkan istrinya ke Polsek Jatiasih.
(anw/gun)










































