Menurut warga setempat, para demonstran turun ke jalan pada Senin, 4 April pukul 2 dini hari waktu setempat guna memprotes bentrok aparat dengan demonstran di Kota Taiz pada Minggu, 3 April. Dua demonstran tewas dan ratusan orang lainnya luka-luka dalam insiden itu.
"Mereka tiba-tiba berkumpul di sekitar gedung pemerintah provinsi dan mengarah ke istana kepresidenan, namun polisi menghentikan mereka dengan melepaskan tembakan ke udara dan menggunakan gas air mata," ujar seorang saksi mata kepada Reuters, Senin (4/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut dokter-dokter di rumah sakit setempat, 9 orang menderita luka-luka tembakan, 350 orang terluka karena menghirup gas air mata dan sekitar 50 orang terluka akibat dilempari batu oleh polisi-polisi berpakaian preman.
Warga Yaman terus menggelar aksi demo sejak Februari lalu untuk mendesak pengunduran diri Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh yang telah berkuasa selama 32 tahun. Namun Saleh bersikeras menolak untuk mundur sebelum masa jabatannya berakhir.
(ita/nrl)











































