Din: Seminggu Kampanye, Ada Capres Gunakan Politik Uang
Senin, 07 Jun 2004 15:20 WIB
Jakarta - Tim sukses Amien Rais dan Siswono Yudo Husodo mengindikasikan ada pasangan capres-cawapres yang menggunakan kekuatan politik uang selama satu minggu masa kampanye ini. Namun tim ini mengaku kesulitan untuk membuktikan siapa pasangan itu. "Kita menyatakan komitmen untuk berlomba secara sehat tetapi kami merasa agak prihatin atau khawatir dengan adanya pengaruh dari kekuatan uang yang bermain, tentunya ini akan mempengaruhi pilihan rakyat," kata anggota Tim Sukses Amien-Siswono, Din Syamsudin, dalam jumpa pers evaluasi seminggu kampanye capres di Kantor PP Muhammdiyah Jl. Menteng Raya Jakarta Pusat, Senin (7/6/2004). Tampak hadir Ketua Umum PNBK Erros Djarot dan pengamat intelejen ZA Maulani.Menurut Din, dalam satu minggu kampanye ini ada indikasi pasangan capres menggunakan kekuatan politik uang. Hal ini dapat dilihat dari dukungan massa yang cukup meluas terhadap pasangan tersebut berdasarkan salah satu survei. Namun sayang, Din tidak berani menyebutkan siapa pasagan tersebut dan lembaga apa yang melakukan survei. "Tentunya kami belum bisa dapat menunjukkan bukti-bukti yang kuat, tapi baru sinyalemen. Contohnya di beberapa daerah ada beberapa capres yang banyak mendapat dukungan secara materiil," kata Din. Bahkan, lanjut Din, mereka ingin mengakhiri pilpres hanya satu putaran saja. Ia menilai, keinginan semacam itu sah-sah saja tetapi akan mengurangi makna demokrasi dan pertarungan tidak seru karena tidak ada putaran kedua. "Kalau memang ini terjadi, sangat disayangkan karena dapat menciderai demokrasi, tetapi kami yakin rakyat sudah cukup dewasa dan tidak terpengaruh," ujar Din. Sementara itu, Erros Djarot menyatakan, bahwa memang sulit untuk menjual orang-orang yang bersih dan sangat gampang menjual orang-orang yang kurang bersih. Namun begitu, menurut Erros, rakyat harus banyak diingatkan agar tidak dapat dipengaruhi oleh uang.Diakui Erros, sumber dana untuk kampanye bukan segala-galanya. Hingga kini dana kampanye untuk Amien-Siswono masih kurang. Untuk itu, pihaknya akan terus menerima uluran tangan dari orang yang bersih. "Kita terus menyeleksi dana itu, haruslah dari orang bersih dan bukan dari konglomerat bermasalah," kata Erros. Soal sumbangan dana kampanye ini, Din mengakui masih kurang memadai. Namun banyak pihak dan sejumlah ormas yang berniat memberikan sumbangan tapi ditolak karena dikhawatirkan kurang bersih.
(dsb/)











































