Hasyim: Fatwa Haram Pilih Mega Bagian dari Kampanye
Senin, 07 Jun 2004 15:00 WIB
Padang - Fatwa haram pemimpin perempuan yang dikeluarkan sejumlah kiai Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) beberapa waktu lalu, dinilai cawapres Hasyim Muzadi sebagai bagian dari kampanye. Menurutnya, fatwa tersebut tidak lebih dari pendapat pribadi para kiai tersebut.Hal itu disampaikan Hasyim Muzadi dalam keterangan persnya di kantor redaksi Harian Pagi Padang Ekspress, Jl. Proklamasi Padang, Senin (7/6/2004). Hasyim datang ke Padang dalam rangka kampanye pilpres yang dipusatkan di Gedung Wanita Sumatera Barat (Sumbar), Komplek GOR. H. Agus Salim Padang. Ia tampil di Padang tanpa didampingi capres Megawati Soekarnoputri."Mungkin fatwa itu bagian dari kampanye. Sistem kenegaraan yang berlaku di Indonesia tidak menempatkan presiden sebagai pemegang kekuasaan mutlak, melainkan berada dalam sistem. Jadi, kondisi kepemimpinan di Indonesia berbeda sekali dengan kondisi dimana tampuk pimpinan tidak dapat dipegang oleh perempuan," ujar Hasyim.Dikatakan Hasyim, sebagai ulama ia ingin nafas keagamaan berkembang di Indonesia. Namun, jangan sampai keinginan tersebut justru menjadi konflik di tengah masyarakat."Sebagai umat mayoritas, umat Islam Indonesia tidak boleh ekslusif. Kita seharusnya menempatkan nilai-nilai agama untuk kepentingan kebangsaan," demikian Hasyim Muzadi.
(nrl/)











































