"Mobil yang ditumpangi orang yang dituduh menculik ini serempetan dengan motor remaja," kata Wahyu, Senin (4/3/2011).
Peristiwa bermula ketika mobil Toyota Avanza yang ditumpangi 4 pria melaju di Setu, Tangerang sekitar pukul 19.00 WIB. Mobil tersebut kemudian serempetan dengan salah motor milik Suradji (17) yang saat itu rombongan dengan 2 motor lain.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengetahui kaca spionnya pecah, pemilik mobil kemudian berbalik ke arah Suradji yang saat itu melaju berlawanan. Pemilik mobil kemudian meminta ganti rugi.
Kemudian pemilik mobil ini membawa Suradji untuk menyelesaikan urusannya di hadapan aparat polisi. Pengemudi saat itu mau bawa Suradji ke Polsek terdekat yaitu Polsek Setu.
"Lalu anak itu dibawa naik ke dalam mobil," katanya.
Mobil tersebut kemudian dibuntuti oleh dua motor lainnya yang ditumpangi teman-teman Suradji. Namun, setibanya di kantor Polsek Setu, pengemudi itu tidak menghentikan laju kendaraannya.
"Karena memang Polsek Setu yang di situ masih baru dan belum ditempati. Itu kantor masih kosong," katanya.
Teman-teman Suradji yang mencurigai hal itu kemudian berteriak penculik. Teriakan itu didengar warga yang akhirnya mengejar mobil tersebut.
Massa yang terbakar emosi kemudian membakar mobil tersebut. Sementara 4 orang yang dituduh hendak menculik itu dibawa ke rumah Kepala Desa.
"Kemudian kami evakuasi keempat orang tersebut," ujarnya.
Hingga kini, polisi masih mencari pemuda yang serempetan dengan mobil tersebut. Polisi akan mengkonfrontir keterangan dari dua pihak.
"Anaknya belum ketemu," tutup Wahyu.
(mei/lrn)











































