Gubernur Jateng Desak PU Percepat Perbaikan Jembatan Pabelan

Gubernur Jateng Desak PU Percepat Perbaikan Jembatan Pabelan

- detikNews
Minggu, 03 Apr 2011 17:35 WIB
Jakarta - Salah satu jalur Jembatan Pabelan, yang menghubungkan jalur utama Semarang-Yogyakarta putus akibat terjangan lahar dingin. Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mendesak Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat perbaikan Jembatan Pabelan.

Permintaan Gubernur Jateng itu karena dikhawatirkan jembatan yang tersisa, satu jalur yang digunakan Yogyakarta-Semarang, pondasinya menyusul jebol. Oleh karena itu Bibit meminta agar pengiriman rangka besi jembatan ke Dusun Prumpung, Desa Taman Agung, Muntilan, Magelang, Jawa Tengah dipercepat.

Hal itu disampaikan Bibit saat menelepon Kepala Bina Marga Jateng Danang Trihatmodjo, saat Bibit meninjau Jembatan Pabelan. Danang sendiri sedang berada di Jakarta untuk mengambil rangka besi jembatan yang akan dipasang di Kali Pabelan, Magelang, Jawa Tengah.

“Halo Pak Danang saya sekarang di Jembatan Pabelan. Saya lihat jembatan sudah menghawatirkan ini. Kalau bisa secepatnya rangka besinya datang. Saya khawatir jembatan yang satu sisi tersisa pondasinya juga sudah ikut tergerus mempengaruhi kemiringan jembatan sisi timur,” ujar Bibit saat menelepon Danang, Minggu (3/4/2011).

Usai menelepon dan berbincang bincang dengan beberapa pejabat Muspida Kabupaten Magelang kepada wartawan Bibit menyatakan jembatan saat ini sedang disiapkan di Jakarta. Jembatan baru yang putus ini panjangnya sekitar 60 meter.

"Ya hampir mirip Jembatan Krasak bentuknya yang di perbatasan Jateng-Yogya itu,”ungkap Bibit.

Bibit merasa khawatir karena pondasi jembatan yang tersisa saat ini yang sudah dilalui oleh kendaraan baik roda dua dan roda empat itu sudah tergerus. Gerusannya sudah hampir mencapai sepertiga bagian dari lebar pondasi.

“Makanya perlu dipercepat. Saat ini Pak Danang masih di Jakarta ya menunggu pemesanan jembatan bisa secepatnya di kirim oleh Kementerian PU Jakarta,”jelas Bibit Waluyo.

Bibit tidak bisa memastikan berapa nilai dan anggaran untuk membangun jembatan kerangka itu. Sebab, anggaranya yang digunakan merupakan anggaran dari Kementerian PU. Namun Bibit menargetkan perbaikan jembatan kelar dalam 3 bulan..

Dia menambahkan, Jembatan Pabelan ini sangat penting bagi roda penyangga perekonomian antara Provinsi Jateng dan DIY. Sebab, seluruh angkutan yang membawa kebutuhan pokok masyarakat melintasi jembatan ini.

Bibit menyatakan kondisi yang demikian ini masih bisa diterima pelaku usaha yang menjadi roda jalanya perekonomian. Sebab, jebolnya Jembatan Pabelan murni karena bencana alam banjir lahar dingin Merapi.

“Tidak ada keluh mengeluh ke saya semua pelaku pengusaha. Cuma mereka semua menyatakan kepada saya kalau mereka memaklumi jebolnya jembatan. Wong ini bencana alam kok,” tegas Bibit.

Saat ini,ujar Bibit, beberapa kendaraan berat membawa kebutuhan pokok masyarakat sudah dialihkan jalurnya ke Purworejo dan Boyolali. Yang diperbolehkan melintasi jembatan Pabelan ini hanya kendaraan roda dua dan roda empat yang dengan tonase tidak lebih dari 2 ton.

Bibit mengimbau kepada warga masyarakat sekitar lereng Merapi dan siapa saja untuk tidak melakukan penambangan secara liar. Sebab, kejadian ini paling tidak timbul dari ekses penambangan yang serampangan dan sembarangan.

“Jangan rusak alur sungai lereng Merapi dengan penambangan liar. Kalau ambil pasir yang tertib. Jangan rusak hutan lindung. Jangan rusak Taman Nasional Merapi,” imbau Bibit tegas.

Sementara Pejabat Pelaksana Kebijakan (PPK) Satuan Non Vertikal Tertentu (SNVT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Budi Sudirman menyatakan ancaman bagi bagi pondasi jembatan Pabelan tersisa sudah tergerus, Bina Marga Jateng akan segera melakukan penyuntikan beton berkualitas tinggi (foxsort).

“Sore ini sudah dilakukan pembersihan pondasi. Bila tidak banjir akan dilakukan penyuntikan cor beton ke pondasi agar kekuatan pondasi jembatan bertambah,” ungkap Budi di sela-sela kunjungan Bibit Waluyo di Jembatan Pabelan, Magelang.

Budi menyatakan saat ini tim dari Bina Marga Jateng sudah ke Jakarta untuk mengambil dan mengirim kerangka besi jembatan. Bila sudah sampai di Kali Pabelan begitu jembatan dipastikan besok pada hari Kamis(7/4/2011) datang di Kali Pabelan.

“Setelah itu, sisa pondasi akan dibersihkan dengan boor file. Pondasi baru di tengah jembatan yang ambrol dibangun langsung dilakukan pengerjaan merangkai jembatan di atas Kali Pabelan. Paling tidak memakan waktu 2-3 bulan sudah selesai,” jelas Budi.

(nwk/nwk)


Berita Terkait