Anas dan Ibas datang ke Mataram untuk membuka Musyawarah II DPD Demokrat NTB, Minggu (3/4/2011). Agenda utama Musda adalah memilih Ketua DPD Demokrat NTB Periode 2011-2016.
Di Bandara Selaparang, Anas dan Ibas dijemput Gubernur NTB, M Zainul Majdi yang merupakan kader Partai Bulan Bintang. Anas menumpang mobil Alphard, sementara Ibas satu mobil dengan Gubernur, menumpang Toyota Camry.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain berorasi, kader Demokrat ini membentangkan spanduk besar berisikan tuntutan mereka. Dengan tegas mereka memprotes pinangan Partai Demokrat pada Gubernur NTB, M Zainul Majdi untuk menjadi Ketua DPD. Terhadap pinangan itu, Zainul telah memberi lampu hijau.
Wakil Ketua DPD Demokrat Lombok Timur, Lalu Saparuddin Aldi yang mengkoordinasi aksi mengatakan, sebagai kader partai lain, Zainul disebut oportunis. Zainul hanya ingin menggunakan Demokrat sebagai kendaraan politik, bukan membesarkan partai.
"Kami kader partai memastikan meninggalkan partai yang tidak jelas ini jika kader oportunis ini diberikan kesempatan oleh partai," kata Saparuddin.
Sementara itu di arena Musda, Anas yakin Demokrat tidak terganggu dengan aksi protes kadernya. Anas menegaskan keyakinannya bahwa Musda akan berlangsung lancar dan tertib.
"Kader Demokrat itu memainkan politik yang cerdas, bersih dan santun," katanya.
Anas menolak mengomentari soal figur yang akan bertarung dalam Musda. Namun ia mengatakan, di internal Demokrat, aklamasi untuk menetapkan ketua adalah halal dilakukan.
Zainul yang juga ketua ormas Islam terbesar di NTB ini, juga angkat bicara. Dalam sambutannya sebagai gubernur, dia mengatakan aksi yang terjadi di dekat bandara itu adalah hal yang lumrah dalam demokrasi.
"Tidak lama lagi, Insya Allah, langit di NTB ini akan menjadi biru, kalau kita bersatu," kata Gubernur yang mengenakan batik berwarna biru.
(fay/nwk)











































