Mega: Kampanye Capres Soal Kemiskinan Menyesatkan
Senin, 07 Jun 2004 13:51 WIB
Jakarta - Tema atau pun janji-janji kampanye capres-cawapres bahwa masalah kemiskinan dan pengangguran akan dapat diatasi dalam waktu sekejap adalah sesuatu yang sangat menyesatkan dan tidak realistis.Kritik ini disampaikan Presiden Megawati dalam pidato memperingati hari Lingkungan Hidup se-Dunia di Istana Negara, Jl. Veteran , Jakarta Pusat, Senin (7/6/2004). Hadir dalam acara itu Meneg LH Nabiel Makarim dan Memperindag Rini MS. Suwandi."Sungguh tidak masuk akal bilamana ada di antara kita yang hanya untuk kepentingan sesaat tega menyatakan bahwa kemiskinan dan pengangguran bertambah luas." kata Mega."Sama tidak masuk akalnya adalah pernyataan yang bernada janji, bahwa kemiskinan dan pengangguran akan dapat diatasi dalam sekejap. Selain tidak realistis, pernyataan serupa itu, jelas menyesatkan," ungkap presiden.Kritik terbuka Megawati ini tidak secara eksplisit diarahkan kemana. Namun, jika dilihat dari tema-tema kampanye capres-cawapres yang menjanjikan akan mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran, maka arahnya jelas kepada empat pasangan capres pesaingnya. Kemudian Mega mengklaim, dalam 3 tahun terakhir ini, pemerintah telah mampu mengangkat taraf hidup sebagian besar rakyat Indonesia. Walaupun jumlahnya terus menyusut, kemiskinan dan pengangguran masih harus terus diperangi."Kita masih memerlukan waktu dan daya yang lebih besar lagi, pemerintah yang saya pimpin saat ini merupakan bagian dari estafet panjang dalam berjuang melawan kemiskinan, pengangguran serta pelestarian lingkungan," papar capres PDIP ini. Sementara itu, soal lingkungan hidup, Mega menyatakan, pemerintah sangat prihatin karena mendapat reaksi keras ketika pemerintah harus memberi izin kepada usaha pertambangan yang ada di lingkungan hutan lindung. Sedangkan Meneg LH Nabiel Makarim pada kesempatan itu, memberikan penghargaan terhadap 10 kota penerima piagam Adipura (kesiapan menuju kota yang bersih), 15 kota anugrah Adipura (soal kebersihan dan keteduhan kota) yang telah diserahkan 5 Juni 2004 lalu.Selain itu diserahkan pula, penghargaan Kalpataru dalam bidang perintis lingkungan diberikan kepada Wahyu Mumpuni, asal Surabaya Jawa Timur. Ia berhasil membersihkan sungai dan Waduk Kebraon dengan enceng gondok. Kedua,Samuel Masmor asal Papua, berhasil menghentikan pelaku pencuri ikan dan ketiga, Mansyur Yasoong dari Sulawesi Tengah (Sulteng), ia sukses melestarikan kawasan suaka marga satwa Tanjung Matob, Sulteng.
(dsb/)











































