Hal itu disampaikan pemimpin gerakan oposisi Libya, Dewan Transisi Nasional, Mustafa Abdul Jalil usai pertemuan dengan Abdul Ilah Khatib, utusan khusus PBB untuk Libya.
"Kami setuju untuk gencatan senjata dengan syarat saudara-saudara kami di kota-kota Libya barat memiliki kebebasan berekspresi dan juga bahwa pasukan yang mengepung kota-kota itu ditarik," kata Jalil kepada wartawan di Kota Benghazi seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (2/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle sebelumnya menegaskan bahwa krisis di Libya tak akan bisa diselesaikan melalui cara-cara militer melainkan harus dengan solusi politik. Westerwelle pun menyerukan gencatan senjata di Libya guna memulai proses pembicaraan damai.
(ita/ita)











































