"Kami yakin kalau hydrant itu pasti ada airnya. Tapi saya nggak tahu kadang mereka suka membuat sendiri tidak berkonsultasi jadi nggak ada airnya. Mereka harusnya berkonsultasi karena kami tahu mana yang tekanan airnya tinggi," tutur ujar Ketua Pam Jaya Mauritz Napitupulu, kepada wartawan di Pejompongan, Jakarta, Sabtu (2/4/2011).
PAM Jaya juga mensubsidi air untuk kebutuhan Hydrant Subdin Pemadam Kebakaran. Harga per meter kubik air untuk menyemprot kobaran api di DKI Jakarta Rp 1.050.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia berharap masalah hydrant yang selama ini menjadi benturan dua institusi ini segera berakhir. Karenanya ia menawarkan solusi jalan tengah untuk mengefektifkan kembali hydrant di DKI Jakarta yang lama tidak berfungsi.
"Kita proaktif untuk menyampaikan apapun. Harusnya kan kita koordinasikan dgn baik. Jangan sampai mereka bikin hydrant di tempat yang tekanannya rendah, natni mereka kecewa. Kita kan tau mana yang tekanannya rendah, mana yang airnya banyak. Kita paham betul damkar butuh air," tutupnya.
(van/ndr)











































