Hal itu disampaikan oleh mantan Menteri Pertahanan Belanda Dr. Willem Frederik van Eekelen (80 tahun) dalam pidato pembukaan Pasar Malam Indonesia (PMI) 2011 di alun-alun Malieveld, Den Haag, Jumat petang (1/4/2011) waktu setempat.
Van Eekelen diberi kehormatan untuk membuka secara resmi PMI 2011 dengan memukul gong. Sedangkan istrinya, Johanna, menggunting pita, disaksikan para pejabat tinggi Belanda, para Dubes negara sahabat, veteran, undangan dan publik umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Van Eekelen, terharu karena seseorang dari generasinya telah diundang untuk membuka PMI 2011. Kagum atas apa yang telah dicapai oleh masyarakat Indonesia dalam mengorganisir PMI yang dinilainya hebat ini.
"Tetapi juga saya kagum Indonesia kini telah menjadi salah satu negara terkemuka di dunia," cetus Van Eekelen disambut gemuruh tepuk tangan.
Lanjut Van Eekelen, ambisi rakyat Indonesia untuk satu bangsa, satu bahasa, satu negara telah tercapai dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
Van Eekelen menyebut bahwa itu semua tidak selalu mudah, dan Indonesia telah mengalami bagian dari kesulitannya inheren dengan mempertahankan sebuah negara sedemikian besar.
"Tetapi kalian telah mengatur dan menunjukkan kepada dunia bahwa perpecahan dapat dielakkan. Hebat dan salut! Suatu prestasi mengesankan," demikian van Eekelen.
(es/es)











































