"Jadi sebelum Lebaran tahun lalu, Icha itu menginap di rumah Umar selama seminggu. Nah tetangga-tetangga Umar itu kan pada protes kok cewek menginap di rumah cowok," kata Kapolsek Jatiasih AKP Darmawan Karosekali saat berbincang dengan detikcom, Sabtu (2/4/2011).
Setelah dibicarakan, akhirnya tetangga-tetangga Umar menyuruh Umar dan Icha menikah saja. Keduanya lantas melangsungkan ijab kabul sekitar seminggu setelah hari Lebaran. Pernikahan itu dilakukan secara resmi di KUA dan dihadiri tetangga-tetangga Umar termasuk Ketua RT setempat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ternyata dua orang yang mengaku orang tua Icha itu hanya teman Icha saja. Mereka hanya diminta menjadi orang tua palsu pria bernama asli Rahmat Sulistyo itu. "Mereka ternyata cuma teman Icha yang diminta menolong saja," kata Darmawan.
Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi atas kasus ini. Sejumlah saksi adalah tetangga Umar, suami Icha.
Icha meringkuk ditahanan setelah ketahuan mengaku menjadi perempuan dengan ancaman tujuh tahun penjara. Icha telah memalsukan KTP dan Kartu Keluarga untuk menikah dengan Umar, seorang pekerja pabrik yang tinggal di Jatiasih, Bekasi.
Umar dan 'Icha' Rahmat menikah resmi di KUA. Umar baru menyadari istrinya ternyata laki-laki setelah pernikahan keduanya berjalan enam bulan. Umar yang merasa tertipu lalu melaporkan istrinya ke Polsek Jatiasih.
(ken/ndr)











































