"Itu adalah serangan pengecut yang tidak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun," ucap Ban di sela-sela kunjunganya di Nairobi, seperti diberitakan AFP, Sabtu (1/4/2011).
Tidak hanya dari Ban, suara keras juga disampaikan oleh Presiden AS Barack Obama. Menurut Obama, serangan tersebut sangat merusak upaya perdamaian di Afghanistan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sangat mengutuk serangan di kantor PBB di Afghanistan hari ini," ucap Obama.
"Peran mereka sangat esensial untuk membangun Afghanistan yang menguntungkan bagi rakyatnya. Kami sangat menekankan hal ini dan meminta pada semua pihak untuk menolak kekerasan," sambungnya.
Serangan ini berawal dari aksi demonstrasi yang digelar oleh ribuan warga Afghanistan yang mengecam aksi pembakaran kitab suci di AS. Ternyata, aksi ini berujung pada kericuhan. Markas PBB di kota Mazar-i-Sharif pun diserang.
Laporan terakhir menyebutkan 12 orang tewas. Tujuh di antaranya adalah staf PBB. Sementara lima lainnya berasal dari pendemo.
Laporan lainnya menyebutkan ada 8 orang staf PBB yang tewas dan dua jenazah ditemukan dalam keadaan kepala terpenggal. Staf PBB lainnya melaporkan jumlah korban kemungkinan terus bertambah.
(mad/mad)










































