Sebagian besar TKW yang ditampung sedang menyelesaikan masalah keemigrasiannya sebelum akhirnya dipulangkan ke tanah air. Sambil menunggu kepulangannya, para TKW pun dibekali ketrampilan khusus seperti les bahasa Inggris, kerajinan tangan sampai kejar paket A.
"TKW di sini kita bekali les bahasa Inggris, kerajinan tangan, bahkan ada juga kejar paket A. Karena ada beberapa TKW yang ternyata tidak bisa baca tulis," ujar Konsuler Jenderial RI di Dubai Masyur Pangeran di KJRI Dubai, Jl Al Mina, Al Hudaiba, Dubai, UEA, Jumat (1/4/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau yang paket A, Alhamdulillah dari yang tidak bisa baca dan tulis sekarang sudah mulai bisa baca tulis. Kelas kita buka sejak 3 bulan lalu," terangnya.
Para TKW juga mendapatkan keterampilan membuat hiasan untuk gelas dan mug. Bahkan mereka juga diajarkan menjahit dengan menggunakan mesin.
Para pengajar baik kursus bahasa Inggris, kejar paket A dan ketrampilan adalah para Ibu Darma Wanita. Selain itu, WNI yang sedang menemani suami bekerja di Dubai juga ikut membantu.
"Pengajarnya justru profesional, mereka selain ada dari Ibu-ibu Dharma Wanita juga istri para profesional yang bekerja di sini juga membantu," terang Mansyur.
Diharapkan dengan pembekalan ketrampilan tersebut, para TKW jadi memiliki ketrampilan yang bisa diterapkan di Indonesia. Masyur berharap bekal ketrampilan tangan bisa menjadi modal untuk membuat industri rumah tangga.
"Pembuatan hiasan gelas dan mug itu sangat bagus. Kita berharap mereka bisa menjadikan iketrampilan ini sebagai bekal di kampungnya. Karena kerajinan ini bisa dijual," tambahnya.
KJRI sendiri mengeluhkan kurangnya lokasi untuk menampung para TKW bermasalah. Saat ini 73 TKW tersebut ditampung di salah satu ruangan di komplek KJRI yang hanya berkapasitas sekitar 20 an orang.
"Ya karena kita belum dapat gedung baru, kita gunakan seadanya. Rencananya gedung sebelah akan kita sewa untuk penampungan TKW karena jumlah TKW bermasalah di sini sangat besar," imbuhnya.
(her/mad)










































