Misrata adalah benteng terakhir di bagian barat bagi kalangan oposisi. "Mereka menggunakan tank, roket granat, mortir dan proyektil lainnya untuk memukul kota itu hari ini," kata Juru Bicara oposisi bernama Sami, seperti dikutp reuters, Jumat (1/4/2011).
"Aksi pemboman dilakukan dangan membabi buta dan intens. Kami belum bisa menguraikan tempat-tempat yang rusak akibat serangan itu," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka menargetkan semua orang, termasuk rumah-rumah warga sipil. Saya tidak tahu harus berkata apa, semoga Allah membantu kita," terangnya melalui telepon.
Misrata berjarak 200 Km (130 mil) sebelah timur Tripoli. Di kota tersebut, tidak terlalu dapat diverifikasi berbagai peristiwa yang terjadi, sebab pemerintah Khadafi melarang wartawan untuk meliput secara bebas.
Seorang penduduk di Misrata menceritakan kepada reuters melalui email bahwa brigade ke-32, salah satu pasukan terlatih angkatan bersenjata Libya, telah dikirim pada Jumat pagi. Tujuannya untuk mengambil alih kota tersebut dari tangan oposisi.
"Jadi pertanyaannya adalah di mana (kepedulian) masyarakat internasional?" katanya.
(irw/mad)











































