Di Kota Binjai, yang berjarak sekitar 22 kilometer dari Medan, banjir bersumber dari luapan dua sungai utama yang melintas di kota itu, yakni Sungai Mencirim dan Sungai Bangkatan. Akibatnya, ratusan rumah warga yang berada di kawasan pinggiran sungai, di Kecamatan Binjai Timur dan Binjai Kota langsung kebanjiran.
βAir mulai masuk dinihari. Mungkin jam satu atau jam dua pagi begitu,β kata Ahmad, salah seorang warga Binjai.
Ketinggian air akibat banjir itu bervariasi antara setinggi lutut orang dewasa hingga mencapai dua meter di beberapa titik. Bahkan ada juga yang mencapai bubungan atap rumah, bergantung tinggi atau rendah dibanding permukaan sungai.
Sementara banjir di Desa pertumbukan, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, menyebabkan empat rumah rusak. Dua hanyut dan dua lagi rubuh karena diterjang banjir yang bersumber dari aliran sungai.
Genangan air di badan jalan juga sempat memutuskan jalur darat dari Deli Serdang menuju Kabupaten Karo yang berada di daerah ini.
Banjir menyebabkan rumah-rumah warga tergenang air hingga sekitar setengah meter. Kendati begitu, tinggi air ini tergolong paling parah yang pernah dialami warga. Menurut warga, banjir terakhir yang terjadi pada tahun 1981, tidak sampai separah itu.
(rul/mad)











































