Jembatan Pabelan di sisi barat sudah ambrol. Sedangkan, di sisi timur sudah retak dan hanya bisa dilalui motor dan pejalan kaki. Oleh karena itu, hal ini dimanfaatkan burung gendong dan juga tukang ojek untuk menawarkan jasanya.
Pantauan detikcom, Jumat (1/4/2011), buruh gendong yang biasa mangkal di Pasar dan Terminal Muntilan ini pindah ke Jembatan Pabelan yang merupakan penghubung Jl Raya Magelang-Yogya ini. Mereka ini menjual jasa menggendong barang-barang dari orang yang baru belanja di Pasar Muntilan, menyeberangi Jembatan Pabelan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sehari, Suwarti bisa mendapatkan hasil uang jasa menggendong Rp 30 ribu-50 ribu, lebih besar dari upah menggendong di Pasar dan Terminal Muntilan. Suwarti mengangkut belanjaan warga dari sisi utara jembatan ke sisi selatan, dimana pembeli dari pasar ini berpindah angkot.
"Demi menghidupi anak-anak saya yang sampai sekarang masih sekolah," jelas Suwarti mengelap dahinya yang berkeringat.
Ratusan tukang ojek juga mereguk untung. Ini lantaran hanya motor saja yang masih diizinkan melintas jembatan retak ini. Anak sekolah, warga berangkat kerja atau ke pasar, mau tidak mau mengandalkan ojek untuk melintasi jembatan.
Suryanto (30) warga Dusun Tangkilan, Kecamatan Mungkid, Magelang, pendapatannya naik drastis 50-60 persen dengan jasa ojek di Jembatan Pabelan. "Biasa sehari dapat Rp 30 ribu perhari. Sekarang jadi Rp 60 ribu-100 ribu," kata Suryanto.
Oleh kerena itu, pemandangan jejeran motor ojek dan tukang gendong meramaikan Jembatan Pabelan. Mereka berebutan menawarkan jasa jika ada orang yang baru turun dari angkot untuk menyeberang. Selain itu, ratusan pedagang kaki lima juga menggelar dagangan, makanan dan minuman karena ramainya warga yang menonton jembatan rusak itu.
(fay/fay)










































