"Akan dipastikan dulu apakah itu Umar Patek apa bukan," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Bahrul Alam di kantornya, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Jumat (1/4/2011).
Hingga kini, tes DNA belum dilakukan oleh polisi Pakistan. Mabes Polri juga baru akan mengirim tim jika sudah ada kepastian soal indentitas tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu Kabareskrim Komjen Ito Sumardi mengatakan, saat ini kasus ini telah ditangani oleh Densus 88. "Tapi kita belum tahu apakah benar Umar Patek atau bukan," kata Ito.
Sebelumnya pihak Pakistan telah mempersilakan Indonesia untuk mengidentifikasi Umar Patek. Umar Patek diduga terlibat dalam serangan Bom Bali I dengan target Sari Club dan Paddy's Bar di Kuta, Bali, pada 2002 silam. Sebanyak 202 orang tewas dalam kejadian itu, 88 orang di antaranya adalah warga negara Australia.
Umar Patek juga ditengarai berperan sebagai komandan lapangan pelatihan Jamaah Islamiyah di Mindanao, Filipina. Noordin M Top, yang berhasil dilumpuhkan Densus 88 beberapa waktu lalu, pernah menjadi muridnya.
Amerika telah mengadakan sayembara bagi penangkap Umar Patek senilai US$ 1 juta, lebih murah dibanding Dulmatin (US$ 10 juta), yang tewas di Pamulang tahun lalu.
(ken/nrl)











































