Amerika Peringatkan Warganya untuk Tak Pergi ke Suriah

Amerika Peringatkan Warganya untuk Tak Pergi ke Suriah

- detikNews
Jumat, 01 Apr 2011 04:06 WIB
Amerika Peringatkan Warganya untuk Tak Pergi ke Suriah
Washington DC - Amerika Serikat (AS) memperingatkan kepada warganya untuk menghindari bepergian ke Suriah, menyusul situasi memanas di negeri tersebut. Kecuali jika ada keperluan yang penting dan mendesak.

"Kami meminta warga AS untuk menunda perjalanan tidak penting ke Suriah untuk saat ini. warga AS harus mempertimbangkan masak-masak untuk berangkat ke Suriah," kata pemerintah AS melalui Departemen Luar Negeri dalam sebuah pernyataan seperti dilansir AFP, Jumat (1/4/2011).

Memasuki minggu ketiga aksi massa, Presiden Bashar al-Assad terus menghadapi tekanan dalam negeri yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pemerintahannya 11 tahun terakhir. Massa protes menuntut kebebasan yang lebih besar di negara itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menjawab tuntutan demonstran, Presiden Suriah Bashar al-Assad memberitahu parlemen bahwa Suriah akan mengalahka pihak-pihak dibalik satu "makar" terhadap negaranya.

"Suriah menjadi sasaran satu rencana makar dai luar -waktu, bentuknya telah dipercepat," ujarnya seperti dilansir BBC.

Warga "ditipu" untuk turun ke jalan, ujarnya, dalam pidato pertama sejak aksi demonstrasi anti pemerintah tejadi dua minggu. Lebih dari 60 orang tewas akiba protes dengan kekerasan yang dimulai di kota Deraa, Suriah selatan.

"Deraa berada dalam kalbu setiap warga Suriah," ujar Assad. Dia mengambahkan kota itu berada di garis depan dengan Israel, musuh Suriah.

Assad mengatakan Suriah perlu melakukan reformasi dan setiap pemimpin harus mendengar suara rakyat.

"Kita telah melakukan reformasi sendiri, tetapi bukan karena tekanan," ujar pemimpin Suriah itu. "Siapapun yang ingin reformasi, kami siap," tegasnya.

"Reformasi bukan musiman. Tidak ada hambatan apapun bagi reformasi."

Assad sebelumnya diperkirakan akan mengumumkan pencabutan keadaan darurat yang sudah berlaku selama 50 tahun terakhir. Dia tidak melakukan itu namun menegaskan satu rancangan Undang-Undang soal ini -ditambah reformasi lain- memakan waktu lama dalam pembuatannya.

Pada hari Selasa (29/03), kabinet pemerintah mengundurkan diri dan sekelompok besar warga turun ke jalan untuk mendukung Presiden Assad. Sejumlah media melaporkan banyak para pendukung itu dikerahkan oleh pemerintah.

Kantor berita Reuters melaporkan para anggota serikat buruh yang dikendalikan Partai Baath mengatakan diperintahkan ikut aksi demonstrasi tersebut. Kabinet baru -yang akan memegang peran dalam penerapan reformasi- akan dibentuk akhir minggu ini.

(anw/anw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads