"Saat petugas militer membuka paket tiba-tiba meledak dan melukai wajah dan tangannya. Dia langsung diberi pertolongan pertama dan dibawa ke rumah sakit," kata otoritas militer Italia seperti dilansir AFP, Jumat (1/4/2011).
"Polisi sedang menyelidiki di tempat kejadian," katanya menambahkan.
Media Italia menyebutkan korban bernama Letnan Kolonel Alessandro Albamonte (40). Akibat kejadian ini, dia kehilangan tiga jari dan menderita kerusakan mata yang parah.
Kantor berita Italia, ANSA melaporkan bahwa dinas intelijen Italia mengatakan, ada keterkaitan antara serangan dan pemboman serupa di Yunani dan Swiss pada hari yang sama.
Sebuah bom surat meledak di kantor energi asosiasi Swissnuclear Swiss nuklir di kota Olten, melukai dua orang. Korban menderita luka-luka ringan.
Sementara polisi di Yunani mengatakan bahwa mereka telah menjinakkan sebuah bom surat yang ditemukan di luar penjara di negeri tersebut.
"Perangkat peledak darurat telah ditempatkan di dalam amplop," kata polisi dalam sebuah pernyataan setelah bom itu dinetralisir di penjara Korydallos dekat Athena.
"Amplop itu menggunakan prangko Italia," kata pernyataan tersebut, sembari menambahkan bahwa amplop itu ditujukan kepada sipir penjara.
Badan Intelijen Italia yang dikutip oleh ANSA mengatakan, ada keterkaitan antara bom paket di Italia, Yunani dan Swiss.
Mereka mengatakan bahwa serangan mungkin dilakukan oleh Informal Anarachist Federation (FAI) yang berada di balik pengiriman paket ke kedutaan Swiss, Chile dan Yunani di Roma saat Natal tahun lalu.
(anw/anw)











































