Pengajian yang berlangsung di Auditorium PP Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya No. 62, Jakarta Pusat, Kamis (31/3/2011) ini dimulai sekitar pukul 19.30 WIB. Para pematerinya di antaranya Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin, Gerakan Indonesia Bersih Adhie Massardi, Wakil Ketua MPR Hajriyanto Y. Thohari dan Ketua KPK Busyro Muqoddas. Tema dari pengajian bulanan ini adalah 'Terorisme untuk Siapa, Oleh Siapa'.
Semula Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) Irjend (Pol) Ansyaad Mbai juga diundang untuk menghadiri acara ini. Namun Ansyaad berhalangan sehingga tidak dapat hadir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Y. Thohari mengatakan, para teroris sudah mulai intelektual dengan menggunakan modus buku. Bahkan, ada bom yang meledak dan ada yang tidak, dan sasarannya amat beragam. Hal ini dipandang Hajriyanto sebagai usaha untuk mengejek dan mempermainkan pemerintah.
Sementara Ketua KPK Busyro Muqoddas mengimbau Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) bekerjasama untuk membentuk Pusat Studi Terorisme dan melakukan studi terhadap kasus-kasus terorisme di Indonesia.
"Seharusnya Muhammadiyah dan NU sudah memiliki sebuah Pusat Studi Terorisme dan melakukan studi secara serius. Modus-modus terorisme itu ada kesamaannya dengan modus-modus yang terdahulu," katanya. Menurut Busyro, pola yang dilakukan oleh teroris Indonesia itu selalu berulang.
Sementara Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin meminta agar jangan selalu mengaitkan Islam dengan kasus-kasus terorisme yang terjadi.
"Setiap ada penangkapan teroris, selalu terlihat simbol-simbol Islam. Terorisme jangan selalu dikaitkan dengan Islam radikal," ujarnya.
(anw/anw)











































