"Saya sakit kepala, pusing. Terus dipijat dada, kepala. Setelah dipijat rasanya enteng," kata Ratna, tetangga Fitri di gang sempit yang berada di Jl Merpati 1, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (31/3/2011).
Ratna mengatakan, meski kecil, tenaga Fitri sangat kuat. Bahkan pijatan Fitri sangat sakit. "Pijatannya sakit banget, tangannya kaya besi. Tapi saya enteng setelah dipijit dia," katanya.
Sementara itu kakak Fitri, Santi mengatakan, Fitri memang sering dimintai tolong oleh orang-orang yang tinggal di dekat rumahnya. Saat dimintai tolong, Fitri sering diberi uang oleh orang-orang itu.
"Ya ada yang mengasih Rp 3 ribu sampai Rp 100 ribu," kata Santi yang berusia 24 tahun itu.
Saat memiliki uang, Fitri suka menyimpannya. Namun jika menginginkan makanan yang enak seperti sate, ayam goreng, dan mie goreng. "Kan makanan di rumah jarang bisa enak, makanya dia suka beli makanan kalau punya uang," kata Santi.
Fitri juga tidak akan melupakan ibunya. "Kadang uangnya dikasih ke Ibu juga," katanya.
Fitri membuat heboh saat tiga kali menaiki tower dengan ketinggian lebih dari 30 meter. Kini Fitri ditangani oleh Komnas Perlindungan Anak (PA) untuk diberikan penanganan khusus. Untuk sementara, Fitri akan tinggal di rumah perlindungan untuk menjalani sejumlah terapi.
Belakangan diketahui Fitri tidak hanya gemar memanjat. Fitri juga bisa mengobati orang sakit dengan cara memijitnya. Namun saat ini, Fitri tidak mau lagi diminta untuk mengobati orang yang sedang sakit.
(ken/vit)











































