Ahli bedah sekaligus Direktur RSU Columbia Asia, Edo Subagya mengatakan, tim dokter telah mengeluarkan proyektil peluru dari betis kanan korban, pada Selasa (29/3) malam.
"Proyektil yang ditemukan telah peot. Dugaan, sebelum mengenai korban, proyektil terlebih dahulu menghantam benda keras lain," kata Edo di Rumah Sakit Umum (RSU) Colombia Asia, Jl Listrik, Medan, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (31/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Edo menjelaskan, proyektil peluru yang ditemukan bersarang di betis kanan dan tidak mengenai tulang hingga diyakini tidak berdampak pada pertumbuhan kaki anak itu jika dewasa nanti. Sementara peluru yang mengenai tangan kiri Crhistofin, tembus dan menimbulkan luka koyak.
"Kondisinya mulai baik. Namun psikologisnya harus mendapat perhatian serius agar tidak trauma," kata Edo.
Crhistofin merupakan putra pasangan suami isteri, Howito dan Dora Halim, yang tewas diberondong peluru oleh tiga pria tidak dikenal di depan rumahnya, Jalan Bambu III/Akasia 50, Medan, Selasa (29/3) malam sekitar pukul 22.00 WIB.
(rul/vit)











































