"Nanti akan dibawa ke sana untuk mendapatkan terapi-terapi tertentu untuk membantu mengatasi masalah komunikasi dan sosialisasi anak ini," kata Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak (PA) Seto Mulyadi.
Hal itu disampaikan pria yang akrab disapa Kak Seto itu di rumahnya Cirendeu Permai No 13, Tengerang Selatan, Banten, Kamis (31/3/2011). Diharapkan setelah mendapat penanganan khusus, kondisi Fitri akan lebih baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nah karena 'ulah' Fitri itulah, orang tua dan anggota keluarga lain menjadi pusing tujuh keliling. Mereka tidak memahami pola jiwa anak seperti ini. "Akhirnya terpancing emosi, marah dan membentak-bentak," kata Kak Seto.
Sementara itu Fitri mengaku nekat melakukan hal-hal yang membahayakan diri itu agar kekesalan yang dirasakannya hilang. "Ya supaya keselnya hilang," kata gadis tomboy ini polos khas anak-anak.
Sebelumnya Kak Seto mengatakan, kemungkinan Fitri adalah anak autis atau asperger. Ada beberapa gejala, emosi labil, dan tidak punya rasa takut sama sekali. "Dia kena pola yang berulang-ulang contohnya memutar-mutar badannya," kata Kak Seto.
(ken/nrl)











































