"Barangkali ini penting untuk merespon keresahan masyarakat yang terkini. Kita yang rileks saja kepala dingin. Tugas DPR tidak membangun gedung tapi mewakili masyarakat," ujar Taufik kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (31/3/2011).
Karena itu, menurut Taufik, harus ada kesepakatan baru. Ia mengimbau semua fraksi berpikir jernih menyangkut hal ini.
"Kita sungguh pun itu sudah diputuskan BURT tanpa kita menuduh satu pihak dan yang lain untuk melakukan saja rapat konsultasi lagi pimpinan dengan pimpinan fraksi yang ada di DPR untuk membuat kesepakatan baru," terang Taufik.
Menurut Taufik, pembangunan gedung baru tidak realistis jika rakyat protes. Tugas DPR adalah menjamin kesejahteraan rakyat bukan menikmati fasilitas mewah.
"Tapi ini demi keseluruhan fraksi yang ada di DPR. Tidak realistis kita bangun gedung untuk rakyat lantas di internal DPR tugasnya terbengkalai. Karena Gedung DPR itu adalah milik negara," jelas Taufik.
Ia juga berharap masyarakat dilibatkan dalam pembahasan tersebut. Aspirasi masyarakat dapat diserap melalui LSM.
"Setjen jangan hanya memasang iklan tapi juga menggelar dialogis dengan masyarakat dan media. Jadi nantinya dibangun alhamdulilah, tidak dibangun ya alhamdulillah," tandasnya.
(van/gun)











































