SBY Kunjungi 3 Ponpes di Madura
Minggu, 06 Jun 2004 17:57 WIB
Sumenep - Capres Partai Demokrat (PD) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mulai berusaha menarik simpati massa nadhdliyin. SBY, Minggu (6/6/2004) mengunjungi tiga Pondok Pesantren (Ponpes) di Madura. Sayang di Ponpes itu, SBY lebih banyak mengklarifikasi sejumlah isu yang menerpanya.Ponpes yang dikunjungi SBY itu yakni Ponpes Al Hamidiy, Pamekasan dan 2 POnpes di Sumenep, An Nuqoyah dan Al Amin. Dalam kunjungannya SBY mendapat sambutan cukup antusias para santri. Ratusan santri berdiri berjajar menyambut kedatangan SBY. Bahkan sejumlah santri laki-laki meminta tanda tangan istri SBY.Tentu saja di ponpes-ponpes tersebut, mantan Menko Polkam itu tak lagi menyanyikan "Pelangi di Matamu" seperti dalam kampanye sebelumnya. Tapi hampir sama dengan kampanyenya, SBY juga tak menjelaskan visi dan misinya sebagai capres. Dia lebih banyak menangkis sejumlah isu yang menerpanya.Di Ponpes Al Hamidiy, SBY membantah isu istrinya beragama Kristen. Ia juga menjelaskan tidak pernah menerima bantuan dana dari Amerika Serikat (AS). "Satu dolar pun saya tak mau terima uang dari pihak asing,"kata SBY yang dalam iklannya dipopulerkan sebagai pria keren itu.Suami Kristiani Herawati itu juga membantah menerima sejumlah dana dari Tomy Winata yang diisukan melakukan bisnis perjudian. "Tak ada satu rupiah pun haram. Kalau kita minta uang dari sumber yang tidak jelas apalagi sumber-sumber kemaksiatan, bagaimana mungkin membuat baik negeri kalau jalan menuju ke sana sudah tidak baik," kata SBY.Jadwal BerantakanJadwal roadshow SBY ke Jatim sendiri berantakan. Minggu (6/6/2004) ini, dalam jadwalnya antara lain ditulis SBY akan mengunjungi Ponpes Al Ichsan Malang, ziarah ke makam Bung Karno, mengunjungi ibundanya, bertemu karyawan Gudang Garam Kediri, dan silaturahmi dengan Ponpes LDII.Tak satu pun dari jadwal yang sudah dibuat SBY itu dikerjakan. SBY malah banting setir berkunjung ke Madura yang sebelumnya dijadwalkan dilakukan Sabtu. "Meski telah dibuat jadwal, ternyata kunjungan yang pasti baru ditentukan malam harinya. Jadi rencana yang telah dibuat sebelumnya tak berguna," keluh seorang wartawan yang mengikuti perjalanan SBY.
(iy/)











































