"Melihat dari pengakuannya yang sering dimarahi orang tuanya, bisa jadi Fitri melakukan ini agar orang tuanya melunak," ujar psikolog Liza Marielly Djaprie saat dihubungi detikcom, Rabu (31/3/2011) malam.
Liza menjelaskan mungkin saat melihat Fitri memanjat-manjat, orang tua yang tadinya memarahi menjadi khawatir dan melunak. Fitri pun belajar hal ini dan terus mengulangnya untuk menghindari amarah orang tuanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Contoh mudahnya, seperti anak-anak yang meminta dibelikan mainan. Mereka menangis untuk memaksa orang tua mereka mengikuti kehendak mereka. Selanjutnya, mereka belajar bahwa dengan menangis, orang tua akan mengikuti kehendak mereka.
Untuk mengatasi masalah Fitri, Liza menjelaskan tidak cukup hanya Fitri yang diasuh oleh Komnas Perlindungan Anak. Tetapi perlu juga ada konseling keluarga dan orang-orang di sekitar Fitri.
"Kita ini sering salah. Hanya subyeknya saja yang dibawa ke Komnas Perlindungan Anak. Orang tua tidak mau tahu dan menyerahkan sepenuhnya pada perawatan Komnas. Padahal untuk menyelesaikan masalah ini, perlu konseling seluruh keluarga," jelas pakar hipnoterapi ini.
Sebelumnya, Ketua Dewan Pembina Komnas Perlindungan Anak, Seto Mulyadi mendiagnosa Fitri menderita autis atau asperger. Kesimpulan sementara tersebut diambil setelah Kak Seto menganalisis beberapa gejala, emosi labil, dan tidak punya rasa takut.Β
"Setelah saya lihat, Fitri harus diterapi. Kemungkinannya antara autis atau asperger. Ada beberapa gejala, emosi labil, dan tidak punya rasa takut sama sekali. Dia kena pola yang berulang-ulang contohnya memutar-mutar badannya," kata Seto Mulyadi di rumahnya, Perumahan Cirendeu Permai, Ciputat, Rabu (30/3).
"Dalam komunikasi dia memang mendominasi, cenderung menghendaki semua orang nurut sama dia," tandas Kak Seto, panggilan akrab Seto Mulyadi.
Dalam dua hari kemarin, Fitri telah tiga kali memanjat tower. Pada Selasa (29/3), dia dua kali memanjat tower BTS yang sama, yang berada di dekat Polsek Ciputat. Rabu (30/3), sekitar pukul 16.00 WIB, Fitri baru saja dievakuasi dari tower yang sama, yang berlokasi di Jl Suka Damai, Ciputat. Fitri berada di atas tower selama kurang lebih satu jam.
Sehari-hari, Fitri terlihat tomboy dan gemar sekali memanjat. Atap-atap rumah tetangganya di kawasan Ciputat, Tangerang Selatan, dijadikan wahana panjat.
Orangtua Fitri mengaku tidak sanggup lagi mengurus Fitri sehingga berniat membawanya ke Dinas Sosial Tangerang Selatan. Sedang Fitri mengaku sering digebuki ayahnya.
(rdf/Ari)











































