798 Warga Magelang Mengungsi Akibat Banjir Lahar Dingin

798 Warga Magelang Mengungsi Akibat Banjir Lahar Dingin

- detikNews
Kamis, 31 Mar 2011 00:25 WIB
Magelang - Selain mengakibatkan ambrolnya jembatan Pabelan Magelang, banjir lahar dingin turut memaksa 798 warga Magelang mengungsi. Sebab, ratusan rumah mereka terendam material vulkanik berupa pasir, lumpur dan puing-puing kayu yang dibawa oleh banjir. Ketinggian material merapi itu antara satu meter sampai satu setengah meter. 

“Mereka saat ini melakukan doa tahlil untuk berdoa supaya bencana banjir lahar dingin yang menerjang terus di beberapa bantaran sungai alur Merapi mereda,” ungkap Sekretaris Desa (Sekdes) Sudimoro Jazuli saat dihubungi detikcom, Rabu (30/3/2011) malam.

Pengungsi tersebut tersebar di dua kecamatan yakni Muntilan dan Mungkid. Di Dusun Sudimoro, Desa Adikarto, Kecamatan Muntilan dan Dusun Ngemplak, Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid sebanyak 56 Kepala Keluarga (KK) 129 jiwa diungsikan tim SAR ke rumah warga, mushola untuk menjauh dari bantaran Kali Pabelan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Dusun Ngemplak, Desa Ngrajek, Mungkid 569 jiwa dari 159 KK diungsikan ke lokasi yang lebih aman seperti rumah warga, sekolah dan shelter box di Lapangan Balai Desa Ngemplak.

Beberapa luapan lokasi lainnya yang terendam luapan material yakni di Dusun Bojong Kojor, Desa Mungkid; Gununglemah Desa Gondowangi dan Dusun Pasekan, Sawangan.

Anthoni (32) relawan Kompag Merapi menyebutkan pantauan sementara di dusun ini material pasir dan lumpur meluap setinggi satu meter hingga sejauh 50 meter dari bibir sungai.

“Satu rumah milik Kayat hanyut adapun rumah milik Rino di sebelahnya kemasukan material lahar dingin. Sebab Kali Pabelan meluap ke dusun,” ungkap Anthoni.

Sementara itu, beberapa warga di dua dusun itu sampai malam ini belum berani kembali kerumah mereka masing-masing. Selain takut mereka juga kawatir jika sewaktu-waktu banjir lahar dingin di Kali Pabelan setelah surut akan membesar dan menerjang rumah mereka kembali.

“Kami belum bisa memastikan kondisinya rumah-rumah ratusan warga itu karena belum berani ke sana. Yang pasti perkiraanya rata-rata luapan setinggi antara satu sampai satu setengah meter,” kata Kades Ngrajek, Abdul Basit saat dihubungi detikcom.


(Ari/rdf)


Berita Terkait