“Mereka saat ini melakukan doa tahlil untuk berdoa supaya bencana banjir lahar dingin yang menerjang terus di beberapa bantaran sungai alur Merapi mereda,” ungkap Sekretaris Desa (Sekdes) Sudimoro Jazuli saat dihubungi detikcom, Rabu (30/3/2011) malam.
Pengungsi tersebut tersebar di dua kecamatan yakni Muntilan dan Mungkid. Di Dusun Sudimoro, Desa Adikarto, Kecamatan Muntilan dan Dusun Ngemplak, Desa Ngrajek, Kecamatan Mungkid sebanyak 56 Kepala Keluarga (KK) 129 jiwa diungsikan tim SAR ke rumah warga, mushola untuk menjauh dari bantaran Kali Pabelan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa luapan lokasi lainnya yang terendam luapan material yakni di Dusun Bojong Kojor, Desa Mungkid; Gununglemah Desa Gondowangi dan Dusun Pasekan, Sawangan.
Anthoni (32) relawan Kompag Merapi menyebutkan pantauan sementara di dusun ini material pasir dan lumpur meluap setinggi satu meter hingga sejauh 50 meter dari bibir sungai.
“Satu rumah milik Kayat hanyut adapun rumah milik Rino di sebelahnya kemasukan material lahar dingin. Sebab Kali Pabelan meluap ke dusun,” ungkap Anthoni.
Sementara itu, beberapa warga di dua dusun itu sampai malam ini belum berani kembali kerumah mereka masing-masing. Selain takut mereka juga kawatir jika sewaktu-waktu banjir lahar dingin di Kali Pabelan setelah surut akan membesar dan menerjang rumah mereka kembali.
“Kami belum bisa memastikan kondisinya rumah-rumah ratusan warga itu karena belum berani ke sana. Yang pasti perkiraanya rata-rata luapan setinggi antara satu sampai satu setengah meter,” kata Kades Ngrajek, Abdul Basit saat dihubungi detikcom.
(Ari/rdf)










































