"Setelah saya lihat, Fitri harus diterapi. Kemungkinannya antara autis atau asperger. Ada beberapa gejala, emosi labil, dan tidak punya rasa takut sama sekali. Dia kena pola yang berulang-ulang contohnya memutar-mutar badannya," kata Seto Mulyadi di rumahnya, Perumahan Cirendeu Permai, Ciputat, Rabu (30/3/2011).
"Dalam komunikasi dia memang mendominasi, cenderung menghendaki semua orang nurut sama dia," tandas Kak Seto, panggilan akrab Seto Mulyadi.
Kesimpulan sementara tersebut didapat usai Kak Seto mendiagnosa Fitri. Dia mengajak gadis pemanjat tersebut mengobrol, makan dan bercanda di rumah yang sekaligus menjadi 'home schooling'.
"Nanti kita minta Kresno, saudara kembar saya, untuk menerapi dia agar mengendalikan diri. Dia harus dikenalkan rasa takut untuk mengerti bahaya. Malam ini, dia menginap disini dulu," ucapnya.
Tak berapa lama, Kak Kresno pun datang. Dia langsung menghampiri Fitri danย mengajak bercanda, menghitung dan perkalian. Semuanya bisa dijawab Fitri dengan lancar.
"Wah kalau begini, IQ-nya bisa diatas 150," ucap Kak Kresno sambil berkelakar.
(Ari/rdf)











































