Mega: Hargai Para Pahlawan
Minggu, 06 Jun 2004 14:56 WIB
Medan - Presiden Megawati Soekarnoputri mengharapkan pemuda tidak luntur dalam mengapresiasi perjuangan pahlawan. Pesan ini disampaikannya saat meresmikan Monumen Bung Karno."Seluruh rakyat Indonesia seharusnya menghargai jasa pahlawan tidak hanya Soekarno tetapi juga pahlawan-ahlwan nasional lainnya seperti Dr Sjahrir misalnya," kata Megawati di desa Tigaraja, Kecamatan Prapat, Simalungun saat peletakan batu pertama pembangunan Monumen Soekarno. Mega telihat hampir menangis saat menyampaikan sambutan mengenang bagaimana Soekarno harus menjalani masa pengasingan di Prapat pada tahun 1948. Menurut Mega, hari ini adalah hari yang sangat berkesan karena peletakan batu pertama monumen bertepatan dengan hari lahirnya Soekarno. Lokasi monumen ini berada tidak jauh dari rumah tahanan Soekarno tahun 1948. Sekarang rumah yang ditempati Soekarno pada masa pembuangan itu menjadi mess Pemda Sumatra Utara. Namun, beberapa barang yang pernah digunakan oleh Soekarno masih disimpan rapi. Soekarno sempat dua bulan tinggal di Prapat di tepi Danau Toba yang mempunyai pemandangan indah. Ini adalah tempat pembuangan Soekarno sebelum kemudian dipindahkan ke Bengkulu. Selain di Prapat, rumah penahanan Soekarno lainnya ada di Brastagi, Kabupaten Karo. Selain meresmikan monumen, Mega juga mencanangkan program Lake Toba Ecosystem Management Plan. Program ini berisi penghijauan di daerah tangkapan air Danau Toba yang meliputi sembilan kabupaten dan kota di Sumatra Utara.Mega datang bersama Mendagri Hari Sabarno, Menteri Agama KH Said Agil Al Munawwar dan Menteri Pertanian Bungaran Saragih.Setelah dari Prapat, Mega langsung menuju kota Binjai untuk melakukan pertemuan dan melakukan kunjungan ke pasar. Sebelum kemudian melakukan kampanye di Lapangan Merdeka, Medan. Massa pendukung Megawati yang sudah berkumpul di Lapangan Merdeka pada Minggu (6/6/2004) pukul 15.00 WIB terlihat cukup bergairah meski hujan menyiram Medan.
(tis/)











































