Pro-Mega Tolak Hentikan Aksi Cap Jempol Darah
Minggu, 06 Jun 2004 13:23 WIB
Surabaya - Meski banyak reaksi keras yang meminta aksi cap jempol darah dihentikan, namun aksi Pro-Mega (Promeg) 96 bersikukuh menggelar aksi sesuai jadwal hingga tanggal 14 Juni 2004. Hingga kini telah 200 orang membubuhkan cap jempol."Penggalangan cap hempol darah ini tak ada yang bisa menghentikan karena ini aksi spontanitas pendukung Mbak Mega yang ingin menunjukkan kesetiaan," kata Sekretaris Tim Aksi Promeg 96, Wahyu Budiarto, saat ditemui wartawan di Sekretariat Promega, Jl. Darmo Kali, Surabaya, Minggu (6/6/2004). Pro Mega tak peduli aksi tersebut dinilai kontraproduktif. Wahyu menegaskan, cap jempol darah itu tak ada kaitannya dengan struktural PDIP. "Silakan orang menilai kegiatan ini dianggap kontraproduktif. Tapi kita akan tetap jalan terus. Ini bukti loyalitas dari pendukung Mbak Mega," katanya. 200 Cap Jempol DarahPantauan detikcom, Minggu (6/6/2004) pendukung Mega terus berduyun-duyun mendatangi sekretariat tersebut untuk melakukan cap jempol darah. Massa umumnya mengenakan kaos bergambar Mega-Hasyim. Sementara sebagian lainnya berseragam satgas PDIP. Hingga pukul 13.00 WIB, telah tercatat 200 orang melakukan cap jempol darah. Mereka dengan tenangnya bergantian menyodorkan jempol untuk ditusuk dengan jarum. Selanjutnya jempol tersebut lantas distempelkan ke sebuah kertas.
(iy/)











































